Viral, Hasil Rapid Antigen COVID-19 Keluar Tanpa Tes

Daurina Lestari, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan unggahan soal adanya hasil rapid antigen COVID-19, diduga didapatkan tanpa melalui rangkaian tes. Peristiwa itu terjadi pada layanan drive thru di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pada unggahan itu seorang wanita menceritakan, bila dia datang ke layanan drive thru rapid antigen di Bandara Soetta. Lalu, salah seorang petugas, yang menggunakan alat pelindung diri atau APD, mendatanginya dan meminta e-KTP.

Setelah itu, dia juga diberikan surat berisikan formulir. Hingga singkat cerita, ia pun mengisi dan membayar layanan kesehatan tersebut.

Tapi, tidak butuh waktu lama, petugas mendatangi mobil yang bersangkutan dan memberikan kertas, yang tertera hasil dari pengecekan COVID-19. Padahal, dia mengaku belum menjalani rangkaian pengecekan.

Baca juga: Gus Mis Ungkap PDIP Punya 109 Kepala Daerah dari Kader NU

Di sana, ia mendatangi petugas lainnya, dan meminta konfirmasi, hingga pihak penyelenggara dalam hal ini Farmalab, meminta maaf dan menyebutkan bila itu human error.

Atas peristiwa itu, pihak Farmalab pun memberikan keterangan pers yang membenarkan kejadian itu.

"Setelah dilakukan penelusuran secara internal dan investigasi di lapangan, kejadian dimaksud benar terjadi di lokasi layanan Farmalab drive thru Bandara Udara Soekarno-Hatta," kata Media Relation Farmalab, Syafina Amorita, Minggu, 31 Januari 2021.

Ditegaskan juga, pada peristiwa tersebut tidak ada motif kesengajaan, melainkan murni kelalaian dan keteledoran dari petugas. Dan dipastikan bila kejadian dimaksud baru pertama kali terjadi.

Farmalab juga langsung memberi sanksi tegas terhadap petugas yang melakukan kelalaian tersebut. "Atas kelalaian dan keteledoran dimaksud, perusahaan telah menindak petugas sesuai aturan yang berlaku di perusahaan," ujarnya.

Untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali, Farmalab akan lebih memperketat prosedur operasi standar pelayanan. Salah satunya dengan memasukkan proses validasi digital dalam setiap kegiatan operasionalnya. Farmalab pun meminta maaf atas pelanggan yang telah dirugikan tersebut.

"Perusahaan secara resmi meminta maaf, dan mengapresiasi tindakan dengan tujuan baik tersebut untuk lebih meningkatkan layanan Farmalab ke depannya," ujarnya.

Perusahaan juga mendukung upaya pemerintah dalam menertibkan layanan pemeriksaan COVID-19, khususnya dalam pemantauan penyampaian hasil tes yang tidak sesuai dengan prosedur.