Viral Ibunda Mendiang Laskar FPI Dikasih Kaus KM 50 Rest in Kill Area

Mohammad Arief Hidayat, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Viral video seorang pengusaha menghibur ibu mendiang Andi Oktaviawan, salah satu anggota Laskar FPI yang tewas ditembak polisi di Kilometer 50 Tol Jakarta-Cipali pada Senin, 7 Desember 2020.

Seorang pengusaha yang aktif bermedia sosial itu akunnya bernama Irvan Gani. Ia mengunggah video dan foto-foto kunjungannya ke rumah enam orang anggota Laskar FPI yang tewas ditembak polisi saat mengawal Habib Rizieq Shihab.

Enam orang Laskar FPI yang meninggal dunia, antara lain Andi Oktaviawan (33 tahun), Lutfi Hakim (24 tahun), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Selanjutnya, Faiz Ahmad Syukur (22 tahun), M Reza (20 tahun), Muhammad Suci Khadafi Poetra (21 tahun) dan Akhmad Sofian (26 tahun).

Baca: Beredar Telegram Polri, Aktivitas FPI Dilarang di Indonesia

Berdasarkan video itu, akun bernama Irvan berbincang dengan ibu Andi. Terlihat, ibunda Andi masih tak bisa menahan kesedihan atas kepergian putranya yang ditembak oleh polisi. Namun, Irvan berusaha menghiburnya agar ibunda Andi tetap tegar.

“Menggugah kemanusiaan, menghibur emaknya almarhum Andi (Duri Kosambi),” tulis akun Irvan Gani dikutip pada Sabtu, 26 Desember 2020.

Setelah mengobrol, Irvan memberikan titipan uang sumbangan yang dia klaim dari masyarakat kepada ibunda Andi. Irvan juga memberikan dua potong kaus warna hitam dan hijau kepada ibunya Andi.

Kaus warna hitam rupanya bertuliskan ‘KM 50 Rest in Kill Area’. Kaus itu sempat dipamerkan oleh ibunda Andi saat momen foto. Ternyata, Irvan tidak hanya takziyah ke rumah orang tua Andi saja tapi juga para korban penembakan Laskar FPI lainnya.

Agendanya pun sama, yakni memberikan dana sumbangan dan kaus. “Menuntaskan tanggungjawab amanah netizen. Terima kasih netizen. Salam dari 6 keluarga korban,” tulisnya lagi.

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran sebelumnya menyebut anak buahnya diserang sejumlah orang, Senin dini hari, 7 Desember 2020. Penyerangan diduga ada kaitannya dengan rencana pemanggilan kedua Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, yang dijadwalkan Senin.

Insiden itu terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Saat kejadian, ada satu unit yang bergerak. Dalam satu unit itu terdiri dari enam orang. Sementara itu, penyerangan dilakukan oleh mereka yang berjumlah sepuluh orang.

Dalam penyerangan ini, kata Fadil, pelaku penyerangan sempat menyerang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Karena keselamatan anggota terancam, polisi melakukan tindakan. Polisi menembak penyerang hingga enam dari mereka meninggal dunia.

Rizieq Shihab mengatakan tudingan bahwa para Laskar FPI yang mengawalnya hingga enam orang meninggal dunia membawa senjata api dan senjata tajam “adalah fitnah besar, bohong besar.”

Menurut dia, para pengawalnya dari Laskar FPI tidak ada yang dipersenjatai seorang pun. Sebab, FPI memang tidak pernah mengira Rizieq Shihab bakal diperlakukan seperti insiden di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 pada 7 Desember. (ren)