Viral Ice Smoke di Ponorogo Keluarkan Api, Ahli Gizi Sebut Bahayakan Lambung dan Usus

Merdeka.com - Merdeka.com - Jajanan ice smoke yang diolah dengan nitrogen cair kini menjadi sorotan. Ini terjadi setelah seorang bocah umur 5,5 tahun di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, terbakar usai mengonsumsi jajanan tersebut.

Ahli Gizi, Ati Nirwanawati memberikan penjelasan soal jajanan yang mengandung nitrogen cair itu. Dia mengatakan makanan mengandung nitrogen cair dapat menyebabkan radang dingin dan luka bakar pada beberapa jaringan lunak tubuh, seperti kulit.

"Bila terpaksa ingin mengonsumsinya usahakan cairannya menguap dan jangan sampai tertelan karena sangat berbahaya pada lambung dan usus," katanya kepada merdeka.com, Kamis (14/7).

Ati menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi ice smoke. Meski menurutnya, ice smoke yang ada di pasar saat ini tidak mengandung nitrogen.

Dia menyebut, sebetulnya ice smoke yang dijual pedagang hanya menggunakan teknik dagang yang menarik. Tujuannya untuk meningkatkan penjualan ice smoke.

"Biasa, zaman sekarang kalau tidak viral tidak dilirik," ucapnya.

Bocah 5,5 tahun di Ponorogo yang diketahui bernama Ahsan Farid Trisnanto harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita sejumlah luka bakar karena hendak mengkonsumsi ice smoke.

Sutrisno, orangtua Ahsan menjelaskan, jajanan yang mengeluarkan asap itu dibeli sang anak saat hendak menonton acara reog Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, pada Selasa (12/7).

Warga Desa Bajang, Kecamatan Balong itu lalu membeli jajanan tersebut dari seorang pedagang yang menjajakannya.

"Akhirnya minta dibelikan, langsung saya belikan. Belum beranjak dari situ, satu menit kemudian, jajanan yang dipegang anak saya tiba-tiba keluar api, langsung bakar anak saya," kata Sutrisno.

Dia spontan mematikan api dengan menggunakan tangan. Setelah itu, baju yang dikenakan korban di lepas. Baru kemudian dibawa ke Puskesmas.

"Tetapi puskesmas tidak sanggup. Alasannya obatnya kosong, suruh bawa ke rumah sakit. Ya saya larikan ke Muslimat (RSU Muslimat), " tegasnya

Dia mengatakan jika makanannya sejenis ciki, yang kemudian disemprot menggunakan tabung nitrogen hingga akhirnya keluar asap.

"Dari makanan keluar api. Penyebabnya apa saya enggak tahu, saya enggak lihat. Langsung. Kemungkinan tersulut apa saya tidak tahu, " ujar dia.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medis RSU Muslimat, dr Siti Nur Rohmah, mengatakan, pasien tersebut datang dengan keluhan luka bakar di sebagian wajah, pipi kanan, kiri, mulut, leher,sebagian dada dan lengan kiri sama jari-jari pertama dan kedua, tangan kiri.

"Waktu datang, kondisi pasien sadar penuh. Hanya saja menangis karena kesakitan," katanya.

Diagnosa dari UGD korban mengalami luka bakar kombosio grade 2. Kondisinya adalah luka bakar sekitar 30 persen. Saat ini sudah ditangani oleh dokter spesialis bedah.

"Mendapatkan perawatan, kondisi pasien stabil, sudah mulai makan minum, walaupun sedikit-sedikit," jelasnya.

Terpisah, Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Guling Sunaka menyatakan, pihaknya sempat turun tangan menangani kasus tersebut.

Namun, kedua belah pihak menyatakan sepakat menempuh jalan damai untuk menyelesaikan perkara tersebut. Pihak penjual menyatakan siap membiayai secara keseluruhan hingga korban sembuh total.

"Memilih diselesaikan segera kekeluargaan," ujarnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel