Viral Kertas Hasil Tes Swab PCR Positif Covid-19 Jadi Bungkus Gorengan, Warganet Panik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kertas-kertas yang sudah tak terpakai biasanya diperjualbelikan kembali secara kiloan atau bahkan didaur ulang. Pasalnya, meski sudah bekas, biasanya kertas masih memiliki nilai ekonomis dan mudah untuk diolah kembali.

Salah satu cara menggunakan kembali kertas yang sudah pernah terpakai yakni sebagai bungkus, entah itu bungkus makanan, bungkus cabai, dan lain sebagainya. Jika diperhatikan dengan seksama, mungkin Anda bisa menemukan kertas dokumen penting sebagai bungkus.

Baru-baru ini, sedang viral kertas bungkus gorengan yang berasal dari dokumen Test Swab PCR Covid-19 dengan hasil yang positif. Hal ini pun lantas menjadi geger di kalangan warganet.

Seperti apakah kisahnya? Berikut ulasan selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Rabu (28/7/2021).

Bungkus gorengan

Dilansir dari akun Twitter @jawafess, terlihat dengan jelas bahwa dalam dokumen tersebut pasien dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes Swab PCR. Diketahui bahwa kejadian ini ternyata terjadi di salah satu kawasan rumah sakit di Kota Depok, Jawa Barat.

"Beli gorengan di bungkus, depan RS. Bungkusannya seperti ini. Mana udah gorengan terakhir baru sadar," tulisan dalam postingan tersebut.

Respon warganet

Postingan viral ini pun mendapatkan beragam respon dari warganet. Banyak pula yang menyayangkan tentang data pasien yang tidak tersimpan dengan baik sehingga menjadi bungkus gorengan.

"Kehabisan kertas ujian itu, makanya pake kertas hasil swab." tulis akun @SigitTp

"sembrono bgt pihak lab nya ini, identitas pasien bisabisanya masi terpampang nyata," tulis akun @vinnyapriliyana

"Yang makan auto positif ga tuh?" tulis akun @nona55

"Kalo aku yang beli mah auto panik, kalo ketular gimana coba?" tulis akun @Dindasetyadewi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel