Viral Kisah Pemuda Rela Antre dari Subuh Demi Dapat Vaksinasi Covid, Sindir yang Tak Mau Divaksin

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Semenjak kasus COVID-19 melonjak pesat, pemerintah mencoba melakukan berbagai langkah untuk menekan penyebaran virus tersebut. Salah satunya dengan mengajak masyarakat sadar akan pentingnya vaksinasi covid untuk meredam penularan virus corona. Bahkan, sudah ada beberapa perusahaan yang mewajibkan karyawan melaksanakan vaksin.

Banyak yang berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin, namun banyak pula yang enggan melakukannya. Seorang pemuda di Yogyakarta yang rela antre dari malam hingga pagi datang demi mendapat vaksin Covid pun mencoba menyindir orang-orang yang tak mau divaksin.

Dari unggahan Tiktok @colex_alex, tampak kepadatan dari orang-orang yang mengantre di depan gerbang puskesmas. Sampai-sampai ada yang mengantre sambil menyantap makanan untuk mengisi perut.

Kuota vaksin yang dibatasi

(@colex_alex/tiktok.com)
(@colex_alex/tiktok.com)

Demi mendapat nomor antrean, mereka rela antre di pinggir jalan dari pukul 19.00 WIB. Situasi antrean yang membludak, Satpol PP yang bertugas pun ikut turun tangan dalam memantau warga.

"Sebenarnya bukan jam 12 malam bukanya,tapi pagi jam 7. Mereka inisiatif antri sendiri karena keterbatasan kwota dan berebut,makanya mereka rela antri," tulisnya pada kolom komentar.

Usaha yang terbayarkan

(@colex_alex/tiktok.com)
(@colex_alex/tiktok.com)

Esok paginya sebelum matahari terbit, pria itu mengunjungi puskesmas kembali pada 04.17 WIB dan lagi-lagi antrean panjang sudah menyambutnya.

Setelah penantian yang panjang, akhirnya dia mendapatkan nomor antrian 144. Tak lupa dia pun menitipkan pesan di akhir video.

"Maka kalian-kalian yang tidak mau divaksin lihatlah ini mereka yang melek akan kesehatan. Rela bersusah payah mendapatkan vaksin," pungkasnya.

Kondisi antrean pengunjung

Respons Warganet

Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin untuk warga di MTs As-Syafiiyah, Cilangkap, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Vaksinasi massal di zona merah RT 03/RW 03 Cilangkap akibat klaster halal bi halal itu dilakukan terhadap warga yang telah menjalani tes usap dengan hasil negatif. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin untuk warga di MTs As-Syafiiyah, Cilangkap, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Vaksinasi massal di zona merah RT 03/RW 03 Cilangkap akibat klaster halal bi halal itu dilakukan terhadap warga yang telah menjalani tes usap dengan hasil negatif. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Unggahan video pejuang vaksin tuai perhatian warganet. Sebagian mereka ada yang merasa bersyukur dan beruntung lantaran pelaksanaan vaksin berlangsung aman terkendali. Dan ada juga beberapa daerah yang merasakan hal yang sama karena kuota vaksin yang terbatas di daerahnya.

"Bersyukur saya di Bali vaksin lancar tanpa antre krn masing2 desa bergerak dan melibatkan ASN sbg pemantau👍," tulis akun @Sumiati Sastra.

"Malang jg full terus kuota vaksinnya. Awal2 ditawari g ada yg mau skg semua pada bgg vaksin😂," sahut akun @dita1404:

"Sama kak,jam 11 mlm ee dibubarin pak polisi karna berkerumun,pagi jam 4 an lebih aku dteng lg alhamdulilah dpt nomernya 😁," kata akun @Ita Ita.

"Menandakan masy makin sadar pentingnya vaksin utk pertahanan tubuh. semua mas copid cepat berlalu. tetap 5 M," ujar akun @Canthoora Kant.

"Emang tensinya ga tinggi mas? aku kaget dikit aja langsung naik tensi, apalagi kecapean suruh nunggu berjam jam😂," tutur akun @Daffa.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel