Viral, kisah wartawan yang jatuh cinta kepada 'pria paling dibenci' di Amerika

·Bacaan 2 menit

New York (AFP) - Seorang mantan wartawan Bloomberg mengungkapkan betapa dia jatuh cinta kepada mantan eksekutif farmasi yang dijuluki "pria paling dibenci di Amerika" setelah meliput penangkapan dia dalam kisah cinta yang memikat media sosial Senin.

Jurnalis Christie Smythe mengungkapkan kepada majalah Elle dalam sebuah artikel yang diterbitkan Minggu bahwa dia meninggalkan suaminya demi Martin Shkreli yang tengah menjalani hukuman penjara tujuh tahun akibat menipu investor.

Sejumlah media AS pada Senin mengomentari kisah ini yang beberapa di antaranya menuding sang wartawati melanggar etika jurnalistik dan yang lainnya memuji dia karena mau menceritakan kisahnya.

Shkreli yang pernah memimpin Turing Pharmaceuticals terkenal setelah mendadak menaikkan harga obat Daraprim pada 2015 sampai 5.000 persen dari 13,50 dolar AS menjadi 750 dolar AS per pil.

Shkreli juga menarik perhatian pada 2015 saat dia membeli satu-satunya edisi album grup rapper Wu-Tang Clan berjudul "Once Upon a Time in Shaolin" seharga 2 juta dolar AS.

Dia tersenyum puas dalam sidang Kongres yang menyelidiki aksinya yang kemudian disebut "Pharma Bro".

Smythe (37) turut membantu menyampaikan berita penangkapan Shkreli atas penipuan sekuritas pada Desember 2015. Kontroversi sebelumnya menyangkut narkotika tidak ada hubungannya dengan dakwaan penipuan itu.

Smythe duduk di pengadilan Brooklyn selama persidangan Shkreli dan hadir di sana saat pembacaan vonis kepadanya pada 2018.

Smythe menjelaskan kepada Elle bagaimana dia lama kelamaan jatuh cinta kepada pria itu selama kunjungan untuk melihatnya di penjara.

"Saya bilang pada Martin bahwa saya mencintai dia. Dan dia bilang pada saya bahwa dia juga mencintai saya," kata Smythe mengenang sebuah besuk khusus.

"Sulit berpikir saat-saat ketika saya merasa lebih bahagia," tulis majalah itu mengutip kata-kata Symthe.

Smythe yang meninggalkan Bloomberg pada 2018 dan bercerai dengan suaminya pada 2019, mengatakan dia akan menunggu Shkreli selama dia menjalani tiga tahun sisa hukumannya.

Dia juga menyebutkan bahwa mereka mungkin berusaha memiliki anak.

"Mengabarkan ke semua orang itu sungguh melegakan, tidak peduli apa yang orang pikirkan," cuit Smythe, Minggu malam.

"Anda tak tahu betapa sulitnya menyimpan kisah semacam ini. Begitu kacau dan rumit. Saya senang itu telah diceritakan dengan baik," tambah dia.

Selama Shkreli disidangkan, pengacaranya menyebut dia agak autis dan otodidak yang jenius.

Shkreli sebelumnya dicabut pembebasan berjaminannya setelah menawarkan hadiah kepada siapa pun yang bisa menjambak rambut mantan calon presiden Hillary Clinton. Dia menegaskan itu guyon.


cat/pdh/mjs