Viral Kompleks Diportal Warga Sendiri Mau Masuk Ditagih Rp20 Ribu

·Bacaan 1 menit

VIVAViral di media sosial (medsos) seorang penjaga portal lockdown di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebun Jeruk, Jakarta Barat meminta uang kepada warga sekitar yang sedang akan masuk ke kompleks rumahnya yang ada di kawasan yang masuk kategori zona oranye itu.

Dalam tayangan video yang sudah diunggah di Instagram, seorang wanita yang menggunakan mobil hendak pulang ke rumahnya. Namun tidak bisa lantaran jalan masuk kompleks diportal.

Kemudian muncul lelaki paruh baya yang kemudian meminta sejumlah uang kepada wanita tersebut agar dibukakan portal.

Kok jadi minta uang rokok sih pak? Kok jadi minta uang rokok? Kan saya warga sini,” ujar wanita tersebut dalam tayangan video.

RT empat kamu ngerti enggak?” ujar pria yang akan membukakan portal.

Lha tapi kan rumah saya di sini,” balas wanita tersebut di dalam mobil.

Ya udah siapin aja uangnya nanti dibukain,” ujar pria tersebut.

Saya urusannya sama pak RT,” timpal Wanita yang di ketahui bernama Aini tersebut.

Enggak usah ke Pak RT, ngasih uang rokok gitu aja dah beres,” tambah pria tersebut.

Kenapa harus pakai uang rokok pak” kata si wanita.

Kalau enggak ada siapa yang mau buka," jawab si pria dalam video.

Enggak tahu. Saya kan juga bayar keamanan pak,” ujar pengemudi.

Bukan keamanan saya, ya udah uang rokok berapa? 20 ribu sini,” tambah pria yang belakangan diketahui bernama Roski tersebut.

Kok jadi minta uang rokok sih pak saya kan warga sini," dikeluhkan si wanita.

Tidak berselang lama, Roski kemudian tampak membukakan portal tersebut.

Sementara itu Kapolsek Kebon Jeruk Kompol R. Manurung mengatakan kasus pungli memanfaatkan buka portal lockdown di Kebun Jeruk tersebut sudah diselesaikan.

Kompol Manurung mengatakan sudah melakukan mediasi antara pelapor Aini dan terlapor Roski di Mapolsek Kebon Jeruk Jakarta Barat.

“Kasusnya sudah selesai kita sudah panggil pak RT di lokasi kejadian terjadi dan juga pelapor dan terlapor,” ujar Manurung dikonfirmasi, Jumat 2 Juli 2021.

Manurung mengatakan antara pelapor dan terlapor sudah memaafkan satu sama lain di kantor Mapolsek.

“Keduanya sudah bersalaman dan kasus selesai” ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel