Viral Mahasiswa Joget Ojo Dibandingke Diduga di Masjid, Ini Kata UIN KHAS Jember

Merdeka.com - Merdeka.com - Demam lagu "Ojo Dibandingke" disertai aksi berjoget ria merembet ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk ke kampus Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Namun, aksi para mahasiswa dan mahasiswi di perguruan tinggi itu mengundang kontroversi karena diduga dilakukan di dalam masjid.

Video pendek dari pelaksanaan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) atau yang dulunya dikenal dengan ospek di kampus itu viral di media sosial. Dalam video viral tersebut, tampak mahasiswa dan mahasiswi berjoget bersama menyanyikan lagu koplo yang sedang trending itu. Sebagian mahasiswa tampak duduk di lantai.

Warganet menduga lokasi mahasiswa dan mahasiswi itu bernyanyi dan berjoget itu adalah masjid. Dugaan ini dikuatkan bentuk bangunan dan kaligrafi khas masjid di dinding.

Video itu langsung memicu beragam komentar dari para netizen. Terlebih, kampus yang dulunya bernama STAIN Jember itu merupakan kampus berbasis agama Islam.

Bakal Masjid Sunan Kalijaga

Pihak kampus UIN KHAS Jember langsung angkat bicara. Ketua Panitia Pelaksana PBAK, Dr Saihan membenarkan kegiatan tersebut terjadi di sela-sela PBAK yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN KHAS Jember.

Saihan tidak membenarkan aksi mahasiswa dan mahasiswi itu dilakukan dalam masjid kampus. Namun, dia mengakui bangunan itu rencananya akan dijadikan masjid.

"Kegiatan itu dilakukan di bangunan yang rencananya akan diperuntukkan sebagai Masjid Sunan Kalijaga UIN KHAS Jember," tutur pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan FEBI UIN KHAS Jember ini.

Sebagai informasi, UIN KHAS memiliki masjid yang bernama Masjid Sunan Ampel yang terletak di dekat rektorat. Sementara lokasi video viral itu adalah gedung yang rencananya akan dijadikan masjid kampus kedua yang diberi nama Masjid Sunan Kalijaga.

Video berdurasi 17 detik itu, menurut Saihan, tidak bisa menggambarkan keseluruhan kegiatan PBAK di kampus UIN KHAS Jember. Kegiatan pengenalan kampus itu dimulai sejak pukul 07.00 WIB diikuti seluruh mahasiswa FEBI. Mereka mendapat sejumlah materi dari para narasumber hingga pukul 12.00 WIB.

Setelah satu jam istirahat, pada pukul 13.00 WIB mereka kembali melanjutkan materi hingga pukul 15.00 WIB. "Kami mendapat laporan dari tim (panitia unsur mahasiswa) bahwa materi terakhir sudah selesai. Pada saat bersamaan, panitia PBAK pusat turun dan menginstruksikan agar mahasiswa tidak bubar sebelum pukul 16.00 WIB," ujar Saihan.

Diduga saat itu peserta mulai jenuh sehingga diberikan refreshing. Saat itulah mulai diputar musik pada sesi istirahat.

Tak Pantas Dilakukan

Pihak kampus UIN KHAS Jember mengakui aksi menari tersebut tak pantas dilakukan di tempat yang akan dijadikan masjid. Karenanya, sesaat setelah peserta tampak joget bersama, campur baur pria dan wanita, panitia yang menerima laporan forum sedang tidak kondusif langsung bergegas menertibkan peserta.

"Persis setelah itu langsung kami tertibkan dengan tegas. Sudut pengambilan gambar video tersebut memang berpotensi mengaburkan pandangan penonton. Kaligrafi yang menempel pada bangunan itu, kentara seperti masjid lain yang biasa ditempati," papar Saihan.

Secara umum, kata dia, pihak UIN KHAS melalui klarifikasi ini tidak bermaksud membenarkan apa yang sudah terjadi pada hari itu. "Kami hanya menyampaikan apa yang sebenarnya agar timbul persepsi yang seimbang atau fair," pungkasnya.

Saihan menyebut, PBAK UIN KHAS Jember itu mengambil tema besar "Manifesto Moderasi Beragama dalam Bernegara" dan digelar sejak 22-24 Agustus 2022.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, setelah video mahasiswa berjoget viral, beredar video yang menunjukkan kegiatan salawat dengan suasana syahdu yang dilakukan usai penutupan PBAK UIN KHAS Jember. Video tersebut banyak diposting dosen dan mahasiswa UIN KHAS Jember di akun media sosial mereka masing-masing. [yan]