Viral Memakai Sirene, Mobil Loreng Ormas PBB Diamankan Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Unit Lalu Lintas (Lantas) Polres Serdang Bedagai di Sumatera Utara mengamankan satu unit mobil pribadi milik ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) usai aksi memakai sirene layaknya ambulans viral di media sosial.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Ali Machfud, mengatakan pihaknya memberi tindak penilangan terhadap mobil jenis mini bus tersebut setelah terbukti melanggar undang-undang lalu lintas. Di antaranya tidak digunakan sesuai fungsi mengubah warna dan pemalsuan nomor pelat kendaraan.

"Pasal dipersangkakan Pasal 280 juncto Pasal 68 Ayat 1 tentang TNKB tidak sah dan pasal 287 Ayat 4 juncto Pasal 59 Ayat 1 tentang Penggunaan Sirene dan tentang undang-undang lalu lintas," katanya saat konferensi pers di Mapolres Serdang Bedagai, Sabtu (25/6).

Ali menyebut mobil tersebut terbukti melakukan pemalsuan nomor pelat kendaraan dari semula bernomor polisi BK 1679 QD diubah menjadi BK 120 PBB. Pada warna, kata Ali, mobil yang semula berwana silver diubah menjadi warna hitam bercorak loreng identitas ormas PBB.

"Kami perintah kepada pengemudi untuk menstandarkan kembali mobil tersebut," tambahnya.

Sebelumnya, aksi ugal-ugalan serta melaju dengan kecepatan tinggi dan memakai sirene mobil milik ormas PBB viral di media sosial Facebook. Aksi itu menuai kecaman dari berbagai pihak. Ormas PBB kemudian berdalih saat itu mobil sedang membawa orang sakit.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Sergei, Welky R Simanjuntak, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Dia menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula saat PAC PBB Pantai Cermin tengah menjemput orang sakit di Kota Pematang Siantar pada Kamis (23/6).

" Saya selaku ketua organisasi yang mana mobil sudah viral di media sosial yang membawa oleh anggota saya sudah mengganggu masyarakat. Saya minta maaf kepada masyarakat yang ada di Serdang Bedagai termasuk Siantar," ujarnya. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel