Viral Pemotor Kena Tilang ETLE di Jalan Pedesaan, Ini Penjelasan Polda Jateng

Merdeka.com - Merdeka.com - Foto surat konfirmasi tilang ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dari Polres Sukoharjo karena pemotor tidak mengenakan helm di jalan pedesaan viral di media sosial. Polda Jateng pun memberikan penjelasan dan meluruskan narasi yang beredar terkait unggahan itu.

"Pengendara motor tersebut bukan petani yang hendak meladang lho, dan yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya. Bapak tersebut langsung menghubungi Satlantas dan membayar denda melalui Briva," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Kamis (23/6).

Nitizen sebelumnya menyebut seolah pengguna motor tersebut adalah petani. Dari foto pada surat konfirmasi itu memang terlihat persawahan di kiri dan kanan jalan kecil itu. Unggahan ini pun menimbulkan berbagai komentar.

Jalan Penghubung Kabupaten

Menurut Iqbal, kejadian itu tidak seperti narasi di media sosial yang menyebut pemotor ditilang di persawahan. Pemotor itu kena ETLE karena melintas di jalan penghubung kabupaten.

Penindakan ETLE oleh Polri, kata Iqbal, betul-betul dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan warga dan bertujuan utama untuk mengedukasi agar masyarakat.

"Masyarakat diharapkan taat pada aturan dan memperhatikan aspek-aspek keselamatan dalam berkendara. Karena aturan lalu lintas dibuat untuk kepentingan pengguna jalan juga," ungkapnya.

Rawan Kecelakaan

Masyarakat juga diminta tidak menganggap situasi di jalan pedesaan aman dari kecelakaan lalu lintas sehingga tidak menggunakan kelengkapan yang disyaratkan sesuai standard berkendara.

Di wilayah Sukoharjo bahwa jalan-jalan penghubung antarkecamatan mayoritas adalah wilayah pedesaan sehingga cukup banyak pengendara yang melintas. Laka lantas di jalan dekat persawahan pun dilaporkan cukup tinggi. Sepanjang tahun 2021 jumlah kecelakaan ada 21 kejadian, 6 di antaranya mengakibatkan meninggal dunia.

"Sedangkan pada Januari hingga Mei 2022, kejadian laka lantas di Sukoharjo ada 10 kejadian. Untuk tingkat fatalitasnya, 2 luka ringan, 5 luka berat dan 3 meninggal dunia," jelasnya.

Petugas Gunakan Handphone

Penerapan ETLE mobile di Jateng, dapat dilakukan petugas melalui handphone khusus, sehingga dapat memotret pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran di jalan. Operator ETLE mobile ini adalah petugas khusus yang mendapat surat perintah.

"Jadi tidak setiap polantas dapat menjadi operator ETLE mobile. Minimal petugas yang berkualifikasi penyidik atau penyidik pembantu," tegasnya.

Pihaknya meminta maaf atasnya ramainya tanggapan di media sosial soal penindakan ETLE pada warga yang melintas di jalan penghubung antarkecamatan tersebut. Polda Jateng juga mengimbau warga untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dan menaati aturan yang berlaku

"Intinya penerapan ETLE untuk mengurangi kontak langsung petugas dengan pelanggar lalu lintas di jalan sehingga penindakan dilakukan secara profesional dan didukung data akurat berdasarkan teknologi," pungkasnya.

Kapolres Sukoharjo Minta Maaf

Terpisah, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan juga meminta maaf kepada publik jika penilangan yang terjadi justru membuat ketidaknyamanan di dunia maya.

Dia juga menjelaskan pemotor itu tertangkap kamera ETLE mobile, bukan dari ETLE yang biasanya terpasang di ruas jalur protokol.

"Jadi bukan kamera E-TLE nya diletakkan di persawahan. Tapi memang anggota kita diberi aplikasi khusus di handphonenya untuk memantau pelanggaran sambil berpatroli. Itulah yang namanya ETLE mobile,” ujar Wahyu, Kamis (23/6). [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel