Viral Pemudik Motor Terobos Penyekatan, Polisi: Situasi Terkendali

·Bacaan 1 menit

VIVA – Viral di media sosial soal ratusan pemudik pakai sepeda motor yang menerobos pos penyekatan polisi di Karawang, Jawa Barat. Polisi memastikan para pemudik motor itu sudah diputarbalikkan ke Jakarta.

Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra menjelaskan, pemudik yang menerobos di Pos sekat Kepuh sudah diantisipasi Polres Karawang dengan menempatkan tiga Pos Sekat pada titik-titik berikutnya seperti Pos Sekat Bundaran Masari Klari, Pos Sekat Dawuan Cikampek dan Pos Sekat Jembatan Gamon Jatisari.

"Sehingga pemudik tetap akan diberlakukan screening dan dapat diputarbalikkan oleh petugas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 8 Mei 2021.

Rama menyampaikan, video yang viral di media sosial itu direkam di pos sekat Bundaran Kepuh, Kabupaten Tangerang pada Sabtu 8 Mei 2021 sekira pukul 00.05 WIB. "Tepat pukul 00.05 terjadi lonjakan arus pemudik yang melintas di Bundaran Kepuh dengan didominasi oleh kendaraan roda dua," ujarnya.

Namun, Rama mengatakan saat itu kepadatan kendaraan tak sebanding dengan personel yang melakukan penyekatan. Kondisi itu membuat pemudik berhasil menerobos paksa barikade rekayasa. "Mereka melawan arus saat diperintahkan putar balik oleh petugas," kata Rama.

Namun demikian, Rama memastikan seluruh pemudik telah diputarbalikan kembali ke arah Jakarta.

"BKO dari Sat Brimob dan Dalmas Dit Sabhara langsung melakukan penebalan. Situasi sudah terkendali dan pemudik seluruhnya sudah berputar kembali ke arah Jakarta," imbuhnya.

Sebelumnya, sebuah video Viral di media sosial, yang merekam gerombolan pemudik sepeda motor menerobos pos penyekatan kepolisian. Pemudik melenggang bebas tanpa melewati proses pemeriksaan.

Rekaman berdurasi 20 detik itu, memperlihatkan keramaian pemotor terus memainkan gas dan perlahan-lahan maju menerobos penyekataan. Kepolisian yang berjaga di lokasi pun tak mampu menghalangi pemudik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel