Viral Pengakuan Putri Penguasa Dubai, Disekap Keluarganya Sendiri

Raden Jihad Akbar, Dinia Adrianjara
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beredar sebuah video rekaman dari putri penguasa Dubai, Sheikh Latifa,yang mengaku disekap oleh keluarganya sendiri dan khawatir akan nyawanya. Latifa diketahui sempat ingin melarikan diri melalui laut pada Maret 2018 lalu, namun ditangkap dan dipulangkan kembali.

Klip video yang ditayangkan BBC, diduga direkam kira-kira satu tahun setelah Sheikh Latifa ditangkap dan kembali ke Dubai. Dilansir VIVA, Rabu 17 Februari 2021, video itu menunjukkan dia tengah berjongkok di sudut suatu ruangan yang diduga kamar mandi.

Video tersebut berasal dari teman Latifa asal Finlandia, Tiina Jauhiainen, yang membantunya melarikan diri. BBC sendiri telah secara independen memverifikasi detail tempat Latifa ditahan.

Baca juga: Pajak Mobil Baru 0 Persen, Gaikindo Pede Penjualan Mei Dekati Normal

"Saya seorang sandera dan vila ini telah diubah menjadi penjara. Ada lima polisi di luar dan dua polisi wanita di dalam rumah. Setiap hari saya mengkhawatirkan keselamatan dan hidup saya. Semakin hari saya semakin putus asa," kata Latifa dalam video tersebut.

BBC merilis cuplikan video itu menjelang salah satu program berita investigasi. Sementara Sky News, melaporkan mereka juga menerima video itu, namun tidak bisa menghubungi Latifa sejak sembilan bulan terakhir.

Pada 2018, Latifa berusaha melarikan diri dari Uni Emirat Arab dengan kapal. Namun dia dicegat oleh pasukan komando di lepas pantai India.

"Saya hanya ingin bepergian dengan kapal pesiar. Tapi mereka menarik saya, saya berjuang sekuat tenaga. Saya melawan banyak orang dengan senjata," ujar Latifa dalam video.

Dalam video tersebut, Latifa mengatakan bahwa pria dari Emirates duduk di atasnya, mencoba mengikatnya dan menyuntiknya dengan obat penenang.

Latifa mengaku ditahan selama kurang lebih tiga bulan di penjara pusat Al-Awir di Dubai hingga Mei 2018. Sebelum, dipindahkan ke vila tersebut.

Otoritas Dubai hingga kini belum berkomentar. Ayah Latifa, Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, adalah wakil presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab, di mana Dubai adalah salah satu konstituennya.

Sebelumnya pada 2019 lalu, mantan istri Sheikh Mohammed, Haya Bint Al Hussein, melarikan diri ke London di mana dia mengajukan permohonan perlindungan pernikahan paksa, termasuk untuk melindungi anak-anaknya yang masih usia sekolah.