Viral Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Bantaeng, Polisi Kejar Pelaku

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah video penganiayaan anak di bawah umur oleh perempuan berpenampilan laki-laki di Kabupaten Bantaeng inisial HS (20) viral di media sosial (medsos). Kepolisian Resor Bantaeng memburu pelaku yang saat ini kabur dari rumahnya.

Video tersebut mendapat respons dari netizen. Mereka meminta Polres Bantaeng untuk segera menangkap pelaku.

"Tolong Resmob Bantaeng," komentar akun Zainuddin di postingan Sry Megawaty.

Dalam video terlihat anak laki-laki menangis tak berdaya terus dipukul tanpa ampun oleh pelaku. Dengan logat Makassar, pelaku dengan tega memukul, mencubit dan membanting si anak kecil.

Kepala Polres Bantaeng, Ajun Komisaris Besar Andi Kumara membenarkan video viral penganiayaan anak di bawa umur berada di wilayah hukumnya. Ia mengaku sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku berinisial HS (20).

"Iya semalam anggota sudah ke TKP dan arahkan korban untuk melapor. Untuk saat ini pelaku masih dalam pengejaran anggota. Mohon doa dan dukungan," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/11).

Meski demikian, Andi Kumara tidak menjelaskan kronologis penganiayaan. Ia mengarahkan hal tersebut ke Kepala Satuan Reserse Kriminal, Ajun Komisaris Rudi.

"Untuk teknis bisa hubungi Kasatreskrim langsung ya," tuturnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Bantaeng, AKP Rudi mengatakan pelaku penganiayaan masih diburu. Ia menyebut ibu korban sudah melaporkan kejadian penganiayaan tersebut.

"Ibu korban sudah buat laporan. Pelaku masih belum ditangkap dan proses pengejaran," kata dia.

Rudi mengungkapkan meski dalam video terlihat pelaku seperti laki-laki, tetapi ternyata seorang perempuan. Rudi menyebut lokasi penganiayaan anak tersebut berada di rumah keluarga pelaku

"Dia perempuan, tapi mirip laki-laki atau tomboi. TKP di rumah keluarga pelaku," ungkapnya.

Terkait informasi pelaku dan ibu korban berpacaran, Rudi mengaku masih belum mengetahui. Ia menyebut saat ini masih fokus mengejar pelaku.

"Belum tahu kalau informasi itu," tutupnya. [lia]