Viral Pengeroyokan Guru di Kupang, Polisi Usut Pengelolaan Dana BOS

Merdeka.com - Merdeka.com - Polres Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan mendalami pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SD Negeri Oelbeba, Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pengusutan dilakukan menyusul penanganan kasus penganiayaan terhadap seorang guru yang viral di media sosial.

Penganiayaan itu dialami guru bernama Anselmus Nalle. Dia dipukuli sejumlah orang, termasuk kepala sekolah berinisial AN.

"Kami sudah mengetahui kronologi kejadian sampai terjadinya penganiayaan di dalam ruang sekolah tersebut. Terus beredar video sampai guru tersebut lari dan dikejar, serta dianiaya secara bersama-sama," ungkap Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, Selasa (7/6).

Dipicu Pertanyaan soal Dana BOS

Menurut FX Irwan Arianto, penganiayaan itu dipicu pertanyaan korban tentang pengelolaan dana BOS kepada kepala sekolah saat rapat bersama guru-guru lain.

"Kejadian itu berawal saat rapat di ruangan, tiba-tiba ada miskomunikasi antara korban dan kepala sekolah, akhirnya terjadi penganiayaan di dalam ruangan itu akhirnya korban keluar namun dikejar, lalu dilakukan penganiayaan secara beramai-ramai," jelasnya.
Sejumlah saksi terus diperiksa. Kepala sekolah dan beberapa terduga pelaku penganiayaan itu diduga telah melanggar pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Sebelumnya, video penganiayaan guru dan viral di media sosial, Minggu (5/6). Video berdurasi 2,8 menit itu mempertontonkan seorang guru mengenakan pakaian dinas aparatur sipil negara (ASN) dianiaya. Korban ditarik ke tengah jalan oleh sejumlah orang dan seorang pria berbaju merah. Terdengar suara caci maki dari seorang perempuan yang ditujukan kepada korban.

Guru tersebut berkali-kali minta tolong kepada warga sekitar yang menonton, namun tidak ada yang menolong. Belakangan diketahui guru yang dianiaya bernama Anselmus Nalle. Sementara salah seorang penganiayanya adalah kepala sekolah. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel