Viral Pengungsi Banjir Kudus Salat di Gereja Bikin Adem

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah foto pengungsi korban banjir di Kudus Jawa Tengah saat sedang salat di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tengah viral di media sosial. Para netizen pun memuji kerukunan beragama dan toleransi di Indonesia.

Dari foto yang diunggah akun Facebook Info Seputar Tanjungkarang pada Rabu kemarin, ditulis caption 'Ini bukan hanya perihal keyakinan, tapi kemanusiaan. Potret warga pengungsian yang sholat di gereja. Posko pengungsian di Greja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjung Karang Jati Kudus.

Sejak pertama kali diunggah, foto ini sudah mendapatkan ratusan like dari para netizen dan ragam komentar. Diantaranya akun Hesti Wijayanti yang memuji foto tersebut dengan komenter 'Indahnya toleransi di negeriku,' tulis Hesti.

Sementara akun Weski Lalatbuah menyebut dengan komentar 'Desa tanjungkarang memang desa yg penuh dengan toleransi beragama..hidup rukun dan berdampingan..ada gereja..ada masjid..ada klenteng..yg saling berdekatan...mereka rukun saling suport dan saling menjaga toleransi' tulis Weski.

Seperti diketahui, ratusan warga dari tujuh desa yang terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih bertahan di tempat pengungsian karena genangan di permukiman mereka belum sepenuhnya surut dan hujan masih turun.

"Jumlah pengungsi di Kecamatan Mejobo masih cukup stabil sebanyak 130 orang, meliputi warga Desa Gulang sebanyak 59 orang dan warga Payaman sebanyak 71 orang," kata Camat Mejobo Aan Fitriyanto di Kudus, Kamis, 11 Februari 2021.

Camat Jati Andreas Wahyu mengatakan bahwa korban banjir di wilayahnya juga masih bertahan di tempat pengungsian karena banjir yang melanda Desa Tanjungkarang, Jati Wetan, dan Jetis Kapuan belum surut.

Menurut data pemerintah kecamatan, pada Rabu jumlah pengungsi dari Desa Jati Wetan sebanyak 323 orang, dari Desa Tanjungkarang sebanyak 82 orang, dan dari Jetis Kapuan sebanyak 15 orang. Mereka mengungsi di aula balai desa, gedung PKK, gereja, dan aula kelenteng.

"Kebutuhan makan dan minum para pengungsi sudah dipenuhi, termasuk pengobatan untuk warga yang sakit juga sudah dilakukan karena sudah ada tim medis yang bertugas mengecek kesehatan para pengungsi," kata Andreas.