Viral Perundungan Siswa SMP, Korban Dipukuli dan Hampir Digilas Motor

Merdeka.com - Merdeka.com - Video perundungan kembali viral di media sosial. Korban bahkan sampai hampir digilas motor.

Dalam video berdurasi hampir satu menit itu, seorang siswa dipukuli sekelompok siswa lain yang masih mengenakan celana sekolah.

Korban yang sudah tersungkur dipukuli, ditendang dan diinjak. Dalam rekaman terlihat kepala korban diapit oleh dua motor, hampir digilas.

Lokasi peristiwa itu belum diketahui pasti, namun diduga masih di kawasan Jawa Barat karena terdengar sejumlah kata dalam bahasa Sunda. Polda Jabar masih mendalami video tersebut.

"Kita akan dalami," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi, Jumat (30/9).

Perundungan Siswa SD

Diketahui, kasus perundungan siswa ramai diperbincangkan. Sebelumnya, salah satu peristiwa yang menyita perhatian dialami anak berinisial LRT (11), siswa SD di Kabupaten Bandung.

Ia kerap menjadi objek perundungan oleh teman sekolahnya karena tak memiliki seragam baru. Bahkan sepatu dan tas yang sering dipakainya itu merupakan pemberian dari orang lain.

Kisahnya ramai diperbincangkan hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengundangnya ke Gedung Sate beberapa hari lalu. Ayah LRR, Hendra pun menangis mencurahkan kondisi ekonominya sulit sejak berhenti bekerja sebagai sopir truk. "Kami sekeluarga dalam kesulitan ekonomi," ujar Hendra

Saat memberikan bantuan, Ridwan Kamil pun berpesan kepada LRR agar tetap semangat untuk belajar dan terus bersekolah. Kepada Hendra, ia berjanji akan memberikan pekerjaan.

“Saya kasih kerjaan, yang penting halal dan dapat penghasilan," ujarnya.

Koordinator Satgas Anti Perundungan dari Jabar Quick Response (JQR), Rini Marlina mengungkapkan pihaknya kerap menangani perundungan sejak organisasi itu dibentuk pada 2019.

"Program ini langsung menjadi atensi dari Bapak Gubernur Ridwan Kamil, nantinya akan melaksanakan mulai dari advokasi, edukasi dan konseling. Ke depannya kami juga bersama Disdik Jabar akan melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang juga akan turut melibatkan guru-guru BP se-Jawa Barat," ungkap Rini.

Ia berharap kejadian perundungan yang marak terjadi di Jawa Barat ini tidak terulang kembali dan menjadi perhatian khusus untuk para guru dan orangtua. [yan]