Viral Polres Metro Depok Digeruduk Puluhan Anggota Ormas, Ini Penjelasan Polisi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Depok - Sejumlah orang yang diduga berasal dari kelompok organisasi kemasyarakatan (Ormas) menggeruduk Polres Metro Depok. Seperti video yang diunggah akun Instagram @cetul.22, terlihat seorang pria menaiki pagar Polres Metro Depok yang dijaga aparat kepolisian.

Kasubag Humas Polres Metro Depok, Kompol Supriyadi mengatakan, kedatangan kelompok ormas tersebut dikarenakan ada salah seorang ketua pimpinan mereka yang dipanggil sebagi saksi terkait kasus keributan yang melibatkan anak buahnya.

Namun, karena ketua kelompok ormas tersebut masih sakit akhirnya pemeriksaan ditunda. "Di kira anak buahnya, ketua kelompoknya dipaksa datang, padahal pemanggilan ditunda," ujar Supriyadi, Selasa (18/5/2021).

Karena situasi masih pandemi Covid-19, akhirnya polisi membubarkan massa. Apalagi agenda pemeriksaan pimpinan mereka ditunda.

Menurut Supriyadi, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB dan tidak berlangsung lama. Kedatangan kelompok ormas tersebut berjumlah sekitar 30 orang.

"Saat ketuanya datang mereka langsung membubarkan diri," terang Supriyadi.

Supriyadi mengungkapkan, ketua kelompok tersebut datang bersama lawyer ke penyidik dan meminta waktu untuk memulihkan masa penyembuhannya yang sedang sakit.

Akhirnya Polres Metro Depok dan ketua kelompok melakukan kesepakatan untuk memberikan izin mengatur ulang pemanggilan saksi demi kesehatan.

"Tapi anak buahnya yang enggak tahu menahu entah dari siapa pada datang ke Polres," ucap Supriyadi.

Tak Ada Kerusakan

Video sekelompok anggota Ormas menggeruduk Polres Metro Depok. (Instagram @cetul.22)
Video sekelompok anggota Ormas menggeruduk Polres Metro Depok. (Instagram @cetul.22)

Supriyadi menyatakan, tidak ada fasilitas Markas Polres Metro Depok yang rusak dalam peristiwa tersebut. Situasi di lokasi telah kondusif.

Pihaknya menyayangkan video yang beredar di media sosial membuat warga menjadi takut. "Videonya aja yang enggak bener, bikin orang takut aja. Jadi enggak ada masalah, hanya miskomunikasi aja," pungkas Supriyadi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel