Viral Potret Bandara Soekarno Hatta Dipadati Calon Penumpang, Tuai Kecaman Warganet

Liputan6.com, Jakarta Kurang lebih dua bulan seluruh masyarakat di Tanah Air telah menjalani masa karantina mandiri lantaran pandemi virus Corona Covid-19. Seluruh kegiatan perkantoran dan sekolah dilakukan di rumah sesuai dengan peraturan pemerintah.

Masyarakat pun diimbau untuk melakukan physical distancing dan tak berkerumun guna mencegah penularan virus tersebut.

Namun baru-baru ini publik dihebohkan dengan potret Bandara Soekarno Hatta (Soetta) yang dipenuhi dengan calon penumpang. Potret tersebut pertama kali diunggah oleh akun instagram @jktinfo dan dijepret oleh seorang warganet dengan akun @fahlevi.rezaaa.

“Suasana di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta pada Kamis (14/5) pagi. photo @fahlevi.rezaaa,” tulis akun tersebut.

Tak jaga jarak

foto: IG/@fahlevi.rezaaa @jkt.info

Pada foto tersebut terlihat ratusan orang berkumpul di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. Meski sebagian besar menggunakan masker, terlihat dengan jelas mereka tak melakukan physical distancing.

Viral

Tuai beragam komentar

Ratusan penumpang pewasat memadati Bandara Soetta, Kamis subuh tadi. (Pramita/Liputan6.com)

Tentu saja potret tersebut langsung mencuri perhatian warganet. Tak sedikit yang mempertanyakan aturan PSBB dan larangan mudik yang dibuat oleh pemerintah.

"Apa itu PSBB?" tanya akun @whydesnadi.

"Sia2 dong gw 2 bulan di rumah doang gak keluar sama sekali???" timpal pemilik akun @rggnsprht.

"Jadi intinya yg pake pesawat boleh mudik yg jalur darat gak boleh? Apa gimana?" komentar @arfanchoerul.

"Gak boleh mudik, gak boleh buka toko, gak boleh silahturahmi. Hadeh PSBB oh PSBB mending gak usah diberlakuinlah," ujar @sakhapremium.id.

Aturan operasional moda transportasi di masa PSBB

Kendaraan melintasi ruas jalan tol di Jakarta, Minggu (10/5/2020). Pendapatan perusahaan pengelola jalan tol diperkirakan anjlok 70% hingga 80% per hari akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan larangan mudik Lebaran 2020. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memang merestui kembali beroperasinya seluruh moda transportasi sejak 7 mei 2020 termasuk juga untuk penumpang pesawat. Namun, operasionalnya hanya untuk melayani pengguna terkait urusan pekerjaan bukan mudik.

Keputusan ini bagian dari penjabaran lebih lanjut terkait Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah. Dalam pelaksanaannya seluruh transportasi wajib menerapkan protokol penanganan virus Covid-19, yang tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.