Viral Pria Mendarat di Pekanbaru Ngaku Diperas Sopir Taksi Bandara, Ini Kronologinya

Merdeka.com - Merdeka.com - Dunia jagat maya dihebohkan video viral di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Video yang diposting akun pribadi @Bram Adity itu memperlihatkan keributan dengan sopir taksi di bandara itu.

Bram diduga dipalak saat baru tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Ketika itu, Bram baru dijemput sopir pesanan dari Dinas Perpustakaan Pekanbaru.

Video itu bahkan telah viral di media sosial sejak Jumat (5/8) pagi tadi. Bram yang mengaku bekerja sebagai kameramen itu kaget ketika dikerumuni sejumlah sopir taksi bandara.

"Ceritanya begini, keributan itu Kamis kemarin sekitar pukul 15.00 Wib, saat saya baru sampai dari Aceh. Kita disiapin driver, tetapi saya baru kenal, langsung masukin barang ke mobil," ujar Bram saat dihubungii merdeka.com.

Bram melanjutkan, ketika dia memasukkan barang, seorang pria tiba-tiba masuk ke mobil. Awalnya Bram menduga pria tersebut adalah rekan sopirnya dan sudah saling kenal.

"Tahu-tahu ada yang langsung masuk mobil pakai bahasa lokal, saya pikir temen driver saya. Tapi saya lihat driver saya langsung gemetaran," jelasnya.

Bram baru menyadari sopir dan pria masuk mobil tersebut tak saling kenal. Tak ayal Bram menduga pria itu meresahkan dirinya. Karena pria itu mengira Bram memesan sopir taksi online.

"Saya pikir mereka ini mengira saya pakai taksi online. Saya jelaskan ini bukan taksi online, saya kasih surat tugas dan ini agen travel pesanan dari kantor," ucapnya.

Bram dan sopir dipaksa untuk ke kantor karena telah melanggar aturan di bandara. Namun bukan ke kantor, Bram dan kedua rekannya bersama sopir justru dibawa ke tempat tongkrongan sopir taksi bandara.

"Si driver taksi ini menghubungi orang dan bilang tidak ada deking-deking. Terjadilah perdebatan, ya intinya mereka kira itu taksi online, karena sudah terlanjur jalan mereka minta bayar," katanya.

"Mereka minta saya naik taksi, keluar, bayar Rp20.000 dan keluar naik mobil lagi yang jemput saya itu, mereka bilang masalah pun selesai jika saya menuruti. Tapi saya anggap itu pemerasan, saya enggak mau karena kami bertiga," kata dia.

Akhirnya Bram meminta bantuan Dinas Perpustakaan Pekanbaru. Mereka pun dijemput dengan mobil Innova pelat merah. Bram pun akhirnya boleh meninggalkan lokasi.

"Berdebatlah lama, saya hubungi klien saya di Dinas Perpustakaan. Lalu dijemput sama anak buahnya, datang pakai Innova pelat merah dan sudah selesai. Saya kan diajakin ke Angkasa Pura, ya saya seneng. Cuma masalahnya saya disuruh jalan, mobil ditinggal dan alat-alat shooting saya tinggal, mana saya mau," katanya.

Bram berharap hal serupa tak terulang kembali. Apalagi jika korban adalah perempuan. Dia membayangkan jika ada korban lainnya, maka akan bernasib lebih parah darinya.

Tanggapan Polisi

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Iptu Dodi Vivino mengaku belum menerima laporan tersebut. Meski begitu, Dodi akan mengecek terkait video viral yang tengah jadi perbincangan masyarakat.

"Sampai saat ini belum ada laporan, piket juga belum ada terima. Namun akan kami cek," tegas Dodi. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel