Viral Pria Positif COVID-19 Dianiaya, Polisi: Sempat Ludahi Warga

·Bacaan 2 menit

VIVA – Polres Toba melakukan penyelidikan terkait dengan video viral dugaan penganiayaan kepada seorang warga bernama Selamat Sianipar (45) yang positif COVID-19. Ramai informasi beredar bahwa Selamat dianiaya masyarakat sekitar di Dusun Bulu Silape, Desa Sianipar II, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Hasil penyelidikan sementara, Selamat diduga depresi atas dinyatakan positif COVID-19. Sehingga ia, melarikan diri dari rumah sakit sebanyak 2 kali saat dilakukan isolasi.

"Bersangkutan juga langsung dibawa ke RS (Rumah Sakit) di Silaen (Untuk diisolasi), namun sudah 2 kali lari dari RS," sebut Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi kepada wartawan, Minggu 25 Juli 2021.

Baca juga: Dewas KPK Tak Mau Campuri Dugaan Maladministrasi TWK Pegawai

Selanjutnya, Selamat yang sempat menjalani isolasi mandiri. Ingin memeluk istri dan anaknya. Kemudian, keluar rumah mengejar warga sekitar dan meludahi warga agar tertular sembari berteriak bahwa dirinya tidak terpapar COVID-19.

"Itu dilakukan warga sebagai tindakan mengamankan. Karena yang bersangkutan teriak-teriak bahwa tidak ada COVID. Yang bersangkutan keluar rumah sambil meludahi orang yang berpapasan dengan dia dan memeluk orang. Setelah itu diamankan," kata Hadi.

Hadi menjelaskan pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kepada keluarga dan warga kampung atas peristiwa itu. Karena, informasi disampaikan oleh akun Instagram @jhosua_lubis berbanding terbalik dengan fakta sebenarnya di lokasi kejadian. Polisi akan melakukan pengusutan dan penyelidikan terhadap akun media sosial tersebut.

"Warga yang ikut mengamankan saat itu juga sudah diambil keterangan. Untuk klarifikasi kejadian video yang viral tersebut," tutur perwira melati tiga itu.

Sebelumnya, laman jagat media sosial dihebohkan dengan adanya warga yang positif COVID-19 malah dipukuli warga akibat dia mau menjalani isolasi mandiri. Laman Instagram @cetul.22, Sabtu, 24 Juli 2021, mengunggah video orang positif COVID-19 yang sedang ramai-ramai oleh warga.

Jhosua Lubis, warga di Depok, Jawa Barat, menjelaskan kronologi kejadian itu. Orang yang dipukuli adalah Salamat Sianipar (45), pamannya. Salamat beralamat di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara.

Dia menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi pada 22 Juli 2021. Awalnya, Salamat terkena COVID-19, dokter lalu menyuruh isolasi mandiri. Tetapi masyarakat tidak terima, akhirnya dia dijauhkan dari Kampung Bulu Silape.

"Dia kembali lagi ke rumahnya tetapi masyarakat tidak menerima. Malah masyarakat mengikat dan memukuli dia. Seperti hewan dan tidak ada rasa manusiawi. Kami dari pihak keluarga tidak menerima dan ini tidak manusiawi lagi," kata Jhosua dalam akun Instagramnya @cetul.22.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel