Viral Remaja di Musi Rawas Dikeroyok Siswa SMK dan SMA, Pelaku dan Korban Berdamai

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengeroyokan terhadap yang dilakukan tiga remaja terhadap seorang ABG lainnya viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di Musi Rawas itu berakhir damai dan tidak dilanjutkan ke ranah pidana.

Remaja yang dikeroyok berinisial AL (17). Sementara tiga pelaku pengeroyokan yakni dua siswa SMA, SY (15) dan RF (15), serta seorang siswa SMK, BR (15).

Pengeroyokan bermula saat tiga pelaku mengendarai sepeda motor beriringan di jalan poros Desa Sukamulya, Tuah Negeri, Musi Rawas, Sumatera Selatan, Sabtu (5/11) sore. Korban AL yang juga mengendarai motor mengajak ketiga pelaku berkelahi.

Ketiga pelaku sempat menghiraukan ajakan itu dan mereka melanjutkan perjalanan. Korban beberapa kali menantang, namun ketiga siswa itu memilih kabur.

Ternyata, korban justru mengejar hingga terjadilah perkelahian tak seimbang. Korban justru dikeroyok para pelaku dan videonya viral di media sosial.

Orang Tua Pelaku Datangi Rumah Korban

Kasatreskrim Polres Musi Rawas AKP M Indra Parameswara mengungkapkan, petugas langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini dengan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Hasilnya, keluarga korban dan tiga pelaku dipertemukan di rumah Kades Jaya Tungkal yang dihadiri anggota kepolisia, Senin (7/11).

"Terkait video viral itu kami nyatakan sudah berdamai antara korban dan ketiga pelaku. Kasus ini tidak diproses secara hukum," ungkap Indra, Selasa (8/11).

Di hari sebelumnya, ketiga siswa didampingi orang tua masing-masing mendatangi kediaman korban untuk meminta maaf dan berdamai. Keluarga korban memaafkan dan sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

"Memang sudah ada upaya perdamaian dan keluarga tiga pelaku. Kemarin surat perdamaian dan perjanjian sudah dibuat dan ditandatangani semua pihak," ujarnya.

Selanjutnya, perekam sekaligus penyebar video dipanggil dan diminta berjanji tidak mengulangi perbuatannya karena dapat menimbulkan provokasi serta gangguan ketertiban masyarakat.

"Kami imbau pemuda-pemuda dan warga bijak menggunakan media sosial, hindari hal-hal yang memicu gejolak dan merugikan orang banyak," pungkasnya. [yan]