Viral Rumah Terduga Pelaku Pencabulan di Jaksel Dikepung Warga

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebuah video yang menunjukkan aksi sejumlah warga mengepung salah satu rumah terduga pelaku pencabulan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Polisi menyebut, terduga pelaku telah diamankan.

Dalam rekaman video berdurasi satu menit tersebut, terlihat dua orang warga sedang mendobrak pintu rumah bercat cokelat. Beberapa orang di antaranya kemudian merangsek ke dalam rumah begitu pintu telah terbuka.

Sejurus kemudian, seorang pria berbadan tambun diduga pelaku pencabulan digiring ke luar. Warga yang sebagiannya adalah emak-emak berteriak histeris.

"Hajar aja, hajar aja," kata warga seperti terdengar dalam video, dikutip Liputan6.com, Selasa (16/11/2021).

Warga meluapkan emosi dengan menghakimi terduga pelaku tak lama setelah diarak ke arah rumah ketua RT setempat.

Pemilik akun menginformasikan, terduga pelaku diduga telah mencabuli 15 anak. Adapun, pengerebekan itu dilakukan pada Senin malam (15/11/2021).

Terkait hal itu, Kapolsek Jagakarsa Kompol Endang Sukmajaya membenarkan rekaman video itu. Ia menyebut, jajarannya membantu mengamankan terduga pelaku. Ketika itu, terduga pelaku dihakimi warga.

"Polsek hanya mengamankan pelaku karena saat itu masyarakat sudah ramai. Terduga pelaku diamankan di daerah Jagakarsa," ujar dia saat dihubungi, Selasa (16/11/2021).

Kasus Dugaan Pencabulan Ditangani Polres Jaksel

Saat ini, kasus dugaan pencabulan itu sedang ditangani Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. "Kami bawa terduga pelaku ke Polres," terang dia.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah belum berkomentar banyak terkait hal ini. Saat ini terduga pelaku sedang diintrogasi oleh petugas.

"Untuk sementara kasus tersebut masih ditangani. Mohon ditunggu perkembangan selanjutnya," kata Azis di Polres Metro Jaksel, Selasa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel