Viral SPBU di Sabu Raijua Jual Pertamax Bercampur Air, Belasan Kendaraan Rusak

Merdeka.com - Merdeka.com - Video tentang bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax bercampur air yang dibeli pengendara dari SPBU di Sabu Raijua, NTT, viral di media sosial. Polisi kemudian turun tangan menyelidiki kejadian itu dan pihak pengelola SPBU siap bertanggung jawab atas rusaknya kendaraan konsumen.

Rekaman yang viral menunjukkan seorang wanita yang mengeluh setelah mengisi BBM di SPBU. Setelah dikeluarkan dari tangki motor, BBM yang telah diisi warnanya putih dan sudah tercampur dengan air.

Dalam video, wanita itu mengatakan beberapa motor baru saja mengisi BBM, dan hasilnya tercampur air. "Beta (saya) punya motor tadi ada memang minyak hanya isi tambah dua puluh ribu saja. Setelah dikeluarkan kembali ternyata isinya air," katanya dalam video.

Penelusuran Polisi

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasandy mengatakan, BBM jenis pertamax tercampur air tersebut berada SPBU Roboaba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Kejadian pada Kamis (8/9), sekitar pukul 10.00 Wita.

Menurutnya, warga yang mengetahui BBM yang diisinya bercampur air merasa kecewa sehingga membuat video, kemudian diposting warga di media sosial dan viral. Warga juga melaporkan kejadian itu ke Mapolres Sabu Raijua.

"Setelah menerima laporan, pihak kepolisian Sabu Raijua langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP," jelasnya, Jumat (10/9).

Ariasandy menambahkan, kepolisian setempat telah mengamankan barang bukti berupa BBM tercampur air, kemudian memasang garis polisi di tangki pendam pertamax nomor 04, sekaligus memeriksa kondisi tangki serta berkoordinasi dengan Pengelola SPBU Roboaba bernama Muklis Albone.

"Terkait tindak lanjut hari ini, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap para korban, saksi-saksi, dan pengelola SPBU Roboaba. Polisi juga memeriksa Kabag Perekonomian dan Perdagangan Setda Kabupaten Sabu Raijua," katanya.

Tangki Pendam Sempat Diperbaiki

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan dari para saksi, terungkap tangki pendam No.04 sudah lama tidak digunakan. Dinamo pompanya dilaporkan mengalami kerusakan pascabadai Seroja.

Kemudian pada awal Agustus 2022, pihak SPBU Roboaba telah melakukan perbaikan pada bagian kelistrikan dan dinamo pada tangki pendam pertamax itu. Setelah diperbaiki, tangki pendam Nomor 04 tersebut kembali digunakan untuk menampung sebanyak 30 kiloliter pertamax.

Ariasandy menambahkan, pada Kamis (8/9) tangki pendam Nomor 04 telah menjual 129 liter pertamax kepada warga. Mereka kemudian mendapat komplain bahwa pertamax yang dijual tersebut tercampur air.

10 Motor dan Satu Kendaraan Roda Empat Rusak

Menyikapi kejadian tersebut, SPBU Roboaba telah menerima komplain dari masyarakat yang mengaku kendaraannya rusak setelah mengisi pertamax bercampur air.

"Jumlah kendaraan milik masyarakat yang rusak akibat pertamax bercampur air sebanyak 10 unit sepeda motor dan satu unit kendaraan roda empat," jelas Ariasandy.

Terhadap komplain tersebut, pihak SPBU bersedia bertanggung jawab terhadap biaya perbaikan kerusakan kendaraan milik warga yang terlanjur mengisi pertamax bercampur air.

"Selama penanganan kasus tersebut, SPBU Roboaba tidak diizinkan beroperasi melakukan penjualan BBM untuk sementara waktu," tutup Ariasandy. [yan]