Viral Tidak Kuat Nanjak, Mari Kupas Tuntas Mobil dengan Sistem Penggerak Roda Depan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Sitinjau Lauik - Beberapa waktu lalu, viral video di dunia maya, terkait Mitsubishi Xpander yang tidak kuat menanjak di Sitinjau Lauik, Sumatera Barat. Kemudian, pengguna internet langsung menghubungkan hal tersebut, dengan sistem penggerak roda depan yang digunakan oleh small MPV pabrikan berlambang tiga berlian tersebut.

Pertanyaannya adalah, apakah mobil penggerak roda depan memang memiliki kelemahan dibanding mobil penggerak roda belakang?

Dijelaskan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, kemampuan mobil penggerak roda depan maupun roda belakang saat berada di tanjakan, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya, adalah kondisi kendaraan, kondisi jalan, hingga kemampuan pengemudinya.

"Kalau semuanya tidak ideal, termasuk pengemudi yang gampang panik hingga traksi kurang seperti jalan licin, maka kondisi ini (penggerak) belakang akan menguntungkan," ujar Jusri, dalam sebuah pernyataan, ditulis Kamis (9/9/2021).

Secara keseluruhan, lanjut Juri, jika mobil sudah bergerak, dan ada motion (momentum bergerak sebelum tanjakan) sejatinya tidak ada masalah, baik untuk mobil dengan penggerak roda depan ataupun belakang.

"Tapi kalau semua ideal, tanjakan curam, ban ideal, pengemudinya juga tahu semua, nggak ada masalah dengan penggerak depan. Perbedaan tidak signifikan. Apalagi kalau traffic-nya tidak macet, nggak ada masalah. Yang paling penting adalah metode step-step-nya itu. Kalau step-step-nya bisa tinggal adjusment, tinggal penyesuaian," katanya

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Lebih Efisien

Dalam menaklukkan tanjakan baik menggunakan mobil FWD maupun RWD yang paling penting adalah menjaga momentum. Caranya, mengindikasikan segala situasi dari awal. Salah satunya dengan menjaga jarak.

"Dia harus bergulir terus. Kalau dia lihat ada mobil dekat-dekat situ, truk misalnya, pasti akan memperlambat momentum. Jadi harus jaga jarak, supaya tidak sampai berhenti di tengah tanjakan tadi. Kemudian pakai gigi yang pas," tegas Jusri.

Sementara itu, bagi pengemudi yang hendak menaklukan tanjakan, usahakan jangan melakukan perlambatan saat mulai naik. Caranya jaga jarak dari jauh, supaya tidak melakukan perlambatan. Kalau terlalu mepet, pasti akan melakukan perlambatan ketika kendaraan di depan melakukan perlambatan atau berhenti. Jaga jarak supaya terus memelihara momentum.

Pergerakan itu akan menimbulkan momentum. Sehingga momentum ini akan membuat bobot kendaraan jadi lebih enteng karena ada gerakan momentum bukan gerakan dari mesin saja. Artinya beban mesin jadi lebih rendah.

Lebih Efisien

Sementara itu, dari sumber lain mengatakan, sejatinya mobil yang menggunakan penggerak roda depan, memiliki beberapa keunggulan, dan dianggap lebih efisien karena ketika mesin menggerakkan roda, tenaga tersebut harus disalurkan melalui as.

Pada mobil gerak roda belakang, as tersebut panjang sehingga membuang lebih banyak tenaga. Pada mobil mesin depan gerak depan, as tersebut sangatlah pendek sehingga tidak membuang banyak tenaga.

Kedua, mobil berkonfigurasi FF sangat kompak, tidak memerlukan ruang tambahan untuk penempatan as maupun girboks. Jadi, mesin dan transmisi semua terletak di balik kap mesin. Kelebihan utamanya adalah kabin penumpang. Tidak ada gundukan pada lantai yang biasa merampas ruang.

Selain itu, karena as yang pendek dan komponen yang kompak, maka konfigurasi FF lebih ringan dibandingkan konfigurasi mesin lainnya. Karena lebih ringan, maka performa dan keiritan bahan bakar dapat dimaksimalkan.

Infografis Pro-Kontra Larangan Iklan Rokok di Internet

Infografis Pro-Kontra Larangan Iklan Rokok di Internet. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pro-Kontra Larangan Iklan Rokok di Internet. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel