Viral Tiktok Gigi Wanita Hamil Copot hingga Membusuk, Apa Kata Ahli?

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemilik akun TikTok Princess Glitterhead viral setelah membuat video tentang kehamilan dan kondisi giginya. Ia menunjukkan kepada orang-orang seperti apa dirinya dengan dan tanpa memakai gigi palsu. Postingan ini sudah dilihat lebih dari 10 juta kali.

Dilansir dari Buzzfeed, ia menjelaskan alasan menggunakan gigi palsu.

"Selama kehamilan, gigi saya cepat membusuk," katanya.

Giginya mulai tanggal dalam seminggu atau menjadi lebih jarang antara satu gigi dengan yang lain. Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan mentalnya.

"Saya ingat berbaring di halaman saya merasa seperti hidup saya telah berakhir. Saya (memiliki pemikiran) tidak akan pernah dihormati. Saya tidak akan pernah cantik. Suami mungkin akan meninggalkan saya. Ia menikahi saya dengan gigi yang sempurna dan dalam waktu satu tahun saya sudah kehilangan gigi," katanya.

Sejak itu, ia mengaku tidak pernah tersenyum lagi. Ia berhenti berbicara, menyembunyikan rasa sakitnya.

"Saya takut dokter gigi dan saya tahu saya kadang-kadang menunda perawatan. Saya kadang-kadang mengabaikan diri saya sendiri. Saya tidak bisa mendahului apa yang terjadi. Saya akan memilih menambal dan mengobati saluran akar yang akan langsung hilang (efeknya)."

Ketika usianya 24 tahun lalu memiliki putri keduanya, ada lebih banyak masalah gigi muncul.

Kisahnya ini mendapt ragam reaksi. Beberapa orang berbagi cerita serupa tentang kerusakan gigi selama kehamilan.

"Saya mengalami hiperemesis dengan semua kehamilan saya," tulis satu orang di bagian komentar. "Senyuman saya dulu indah. Sekarang saya memiliki gigi zombie. Busuk, terkelupas, dan lebih dari setengahnya hilang."

Orang lain berkomentar bahwa ia baru saja melahirkan anak pertama, dan meskipun memiliki kebersihan mulut yang sangat baik sebelum dan selama kehamilan, giginya menjadi longgar dan lemah.

Sementara para dokter gigi berusaha untuk meluruskan hal ini. Salah satunya dokter gigi umum yang berbasis di NYC, Dmitry Malayev , DDS.

"Saat kehamilan, terjadi perubahan hormonal yang dapat mempengaruhi gusi lebih dari pada gigi itu sendiri, tetapi itu tidak memiliki hubungan langsung dengan kehilangan gigi," katanya, dikutip dari Health.

Kata dokter gigi

Elizabeth Laborde, DDS, seorang dokter gigi anak bersertifikat, juga berkomentar: "Kehamilan saja tidak menyebabkan gigi berlubang yang tidak terkendali dan menyebabkan hilangnya begitu banyak gigi sampai-sampai memerlukan gigi palsu yang didukung implan. Ini benar-benar kesimpulan yang tidak masuk akal," katanya.

Sementara itu, Centers for Disease Control dan Pencegahan (CDC) mengatakan sekitar 60 sampai 75 persen dari orang yang sedang hamil mendapatkan gingivitis, tahap awal penyakit periodontal.

"Hal ini dapat menyebabkan gusi berdarah, menjadi kemerahan dan bengkak akibat peradangan. Ini disebabkan oleh perubahan kadar progesteron dan estrogen," kata seorang dokter gigi yang berbasis di Irlandia, Lisa Creaven, sekaligus salah satu pendiri Spotlight Oral Care, dikutip dari Health.

Menurut dokter kandungan bersertifikat dan direktur medis kesehatan wanita di NYU Langone, Meleen Chuang, MD, jika tidak segera diobati, radang gusi bisa menjadi cukup parah hingga menyebabkan gusi terinfeksi, yang kemudian membuat gigi lebih mungkin untuk tanggal.

Sedangkan menurut American Dental Assocation (ADA), ada risiko lebih tinggi untuk mengembangkan gigi berlubang selama kehamilan juga. Tetapi ini tidak disebabkan oleh kehamilan itu sendiri. ADA mengatakan itu mungkin karena perubahan kebiasaan makan (seperti makan lebih banyak karbohidrat dari biasanya) atau mual di pagi hari, yang dapat meningkatkan paparan asam di mulut.

“Meningkatnya jumlah asam di mulut dapat merusak gigi Anda dan merusak enamel di luar gigi. Sayangnya, kerusakan jangka panjang tidak langsung terlihat karena enamel terkikis dari belakang gigi lebih dulu,” jelas Dr. Creaven.

Jika Anda menderita mual di pagi hari, Dr. Creaven merekomendasikan untuk tidak menyikat gigi segera setelah muntah dan sebagai gantinya berkumur dengan obat kumur berfluorida untuk membantu memulihkan email yang hilang.

Kebiasaan makan saat hamil lainnya, seperti ngemil larut malam atau mengunyah es, juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, kata Dr. Chuang. "Satu dari empat wanita dalam usia subur memiliki gigi berlubang yang bahkan tidak mereka ketahui. Inilah sebabnya mengapa pergi ke dokter gigi saat hamil sangat penting," katanya.

Ada kemungkinan bahwa kebiasaan kesehatan mulut yang baik, seperti menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan gigi dengan benang sekali sehari, terabaikan selama kehamilan. Ini juga bisa terjadi karena banyak alasan, misalnya mual di pagi hari, gusi lembek, kelelahan, atau refleks muntah yang lebih sensitif.

Jadi, bisakah gigi tanggal dan membusuk karena kehamilan?

Menurut Dr. Malayev, sangat kecil kemungkinan gigi tanggal hanya karena kehamilan saja, lebih masuk akal jika terjadinya karena ada kondisi lain yang mendasarinya.

Khususnya mengenai kerusakan gigi, yang membutuhkan waktu lama untuk berkembang sebelum terjadi kerusakan yang nyata. "Rata-rata saat demineralisasi (pembusukan) gigi dimulai, dibutuhkan waktu hingga empat hingga enam tahun untuk menembus email (lapisan luar gigi)," kata Dr. Malayev.

"Setelah berada di lapisan dalam gigi, yang disebut dentin, dibutuhkan sekitar satu hingga dua tahun untuk menyebabkan kerusakan ke titik di mana gigi mungkin membutuhkan perawatan ekstensif atau kehilangan gigi [terjadi]," katanya.

Menurutnya, gigi tanggal bisa terjadi karena berbagai alasan. Beberapa penyebab yang lebih umum adalah kebersihan mulut yang buruk, pola makan dan kebiasaan gaya hidup yang buruk (merokok atau mengunyah tembakau), obat-obatan, penyakit gigi yang tidak terdiagnosis dan / atau tidak diobati (penyakit periodontal atau kerusakan gigi), ketidakmampuan untuk mengunjungi dokter gigi secara teratur (kelalaian atau fobia ), dan trauma fisik.

"Ada banyak masalah kesehatan lain yang dapat berkontribusi," kata Dr. Malayev. Bahkan hamppir tidak pernah hanya karena satu alasan saja untuk gigi tanggal, terutama jika sampai semua gigi harus dicabut, tambahnya.

Lalu bagaimana menjaga kesehatan gigi selama kehamilan?

Merawat gigi itu penting di setiap usia dan tahap tentunya. Tetapi para ahli setuju bahwa selama kehamilan, lebih penting untuk tetap menjaga kebersihan mulut Anda. “American Dental Association merekomendasikan wanita hamil untuk makan makanan seimbang, menyikat gigi secara menyeluruh dengan pasta gigi berfluorida dua kali sehari, dan membersihkan gigi dengan benang setiap hari,” kata Dr. Chuang.

Serta tidak lupa rutin cek kesehatan gigi ke dokter. "Banyak data yang menunjukkan bahwa kunjungan rutin ke dokter gigi saat hamil dapat mencegah radang gusi atau masalah terkait gigi yang dapat dikaitkan dengan kehamilan," kata Dr. Malayev.

Infografis Sehat Sejak dalam Kandungan

Kehamilan yang ideal adalah kehamilan yang direncanakan, diinginkan dan dijaga perkembangannya secara baik.
Kehamilan yang ideal adalah kehamilan yang direncanakan, diinginkan dan dijaga perkembangannya secara baik.

Simak Video Berikut Ini: