Viral Video Aksi Pemalakan Sopir Truk Semen di Padang, Polisi Buru Pelaku

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Padang - Video berisi aksi pemalakan disertai pemukulan terhadap sopir truk semen di Padang viral di media sosial. Polisi Resor Kota Padang kini tengah memburu pelaku pemalakan tersebut.

"Peristiwa ini kami ketahui dari informasi masyarakat serta video yang viral di media sosial," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, Minggu (12/7/2021).

Rico mengatakan Satreskrim Polresta Padang mengaku telah mengantongi identitas serta alamatnya.

"Kami juga telah mendatangi kediamannya, hanya saja yang bersangkutan tidak pulang ke rumah sejak kejadian," kata Rico.

Rico menjelaskan modus yang diduga dilakukan oleh pelaku adalah dengan meminta uang kepada para sopir truk yang mengangkut semen dari Semen Padang.

Apabila sang sopir tidak memberikan uang, lanjutnya, maka akan diancam oleh pelaku bahkan mendapatkan kekerasan.

Ia menegaskan kalau pihaknya akan terus memburu pelaku serta melakukan penindakan karena perbuatannya telah meresahkan masyarakat.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, seorang sopir truk dipalak oleh preman di kawasan Indarung, Padang. Tidak hanya dipalak, sang sopir juga tampak dipukul beberapa-kali.

Aksi pelaku itu kemudian direkam seseorang lalu diunggah ke media sosial Facebook serta instagram sehingga viral.

Salah satu akun facebook yang mengunggah video adalah "Galigaman Sangir" pada Sabtu (10/7/2021), hingga Minggu (11/72021) videonya telah ditonton oleh 624.000 orang, dan mendapatkan 9.000 lebih komentar dari warganet.

Pada keterangan video dituliskan kalau kejadian itu terjadi di PPI Indarung PT Semen Padang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Di dalam video pelaku mengaku bernama Izet dan meminta uang untuk membeli minum, ia juga mengeluarkan kata-kata kotor sebelum akhirnya diberi uang oleh sopir Rp20 ribu.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel