Viral Video Bapak Tua Naik Sepeda 15 Km demi Vaksin

·Bacaan 1 menit

VIVA – Video bapak tua naik sepeda sejauh 15 Km demi vaksin viral di media sosial. Bapak tua ini awalnya ragu, tapi ia memberanikan diri untuk vaksin.

Video itu diunggah oleh akun Instagram @makassar_iinfo, Kamis (29/7). Sebelumnya, video itu dibagikan oleh dr. Helmiyadi SpOT di akun TikToknya @dr.helmiyadi_spot.

Unggahan dr. Helmiyadi SpOT pada Rabu (28/7) hingga Kamis sore ini sudah ditonton 6 juta kali. "15 kilometer mengayuh sepeda hanya untuk ikut divaksin," tulis caption dr. Helmiyadi.

Dalam video unggahannya tersebut menayangkan seorang bapak tua mengenakan topi, masker, dan kaos kerah agak kucel berdiri menunggu antrean vaksin. Namun, ia tampak berdiri di luar barisan antrean warga lainnya.

Ia berdiri sendiri sambil menaruh kedua tangannya di belakang pinggangnya. "Pada saat kami melaksanakan vaksin COVID-19, tampak seorang bapak tua ingin mendekat tapi ragu," tulis dokter dalam video tersebut.

Lalu, panitia menghampiri bapak tua ternyata ia tidak bisa mendaftar online karena tidak memiliki ponsel. "Kami membantu beliau dengan senang hati," lanjut dr. Helmiyadi.

Kemudian si bapak tua inipun dibantu dan diarahkan tahapan proses vaksin hingga ia sampai di kursi suntik vaksin.

Bapak tua kemudian bercerita, ia sudah datang sedari pagi dengan mengayuh sepeda sejauh 15 kilometer sehingga kedua kakinya terasa pegal dan kelelahan.

Ia juga curhat sebetulnya ia ingin vaksin dari dulu, tapi selalu ditakut-takuti oleh orang di sekitarnya. Ia juga yakin pandemi segera berakhir salah satunya dengan vaksinasi.

"Terimkasih Bapak Tua," tulis dr. Helmiyadi, SpOT untuk judul video yang diunggahnya itu.

Diketahui acara vaksin tersebut digelar di Mal Nipah Makassar, Rabu 28 Juli 2021. Kegiatan Vaksinasi untuk 10.000 warga Makassar itu diselenggarakan oleh IDI Makassar bekerjasama dengan Yayasan Haji Kalla dan Dinkes Kota Makassar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel