Viral Video Behind The Scene Bima Arya, Pemkot Bogor: Spontan

Dedy Priatmojo, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kota bogor mengeluarkan pernyataan resmi terkait informasi viralnya sebuah video berjudul Video behind the scene di media sosial seperti WhatsApp dan Instagram.

Video tersebut viral lantaran kameramen tidur di atas kaca bagian depan mobil saat mengambil gambar Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Condro Purnomo.

Informasi yang dihimpun, video tersebut diambil saat sosialisasi ganjil genap sebelum melakukan patroli dan usai meninjau RW Zona Merah di Komplek Perumahan Duta Kencana, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Namun video saat proses pengambilan gambar oleh kameramen di atas mobil itu, sempat terekam oleh warga. Video itu pun diedit menyatu oleh video hasil pengumuman ganjil genap.

Alhasil video tersebut viral dan mengundang respon komentar warganet. Ada yang mengomentari positif dengan kinerja yang totalitas, namun ada pula yang mengkritik keselamatan kameramen di atas kap mobil.

Atas viral video itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa video tersebut bukan dibuat oleh Pemerintah Kota Bogor

"Video behind the scene yang viral tersebut tidak resmi dibuat oleh Pemerintah Kota Bogor," kata Rahmat dalam keterangan resminya.

Rahmat menjelaskan, pada saat pengambilan gambar Tim Humas Kota Bogor spontan meminta cara yang cepat untuk mengambil gambar pengumuman.

"Situasinya spontan karena melihat waktunya sangat terbatas sehingga tim Humas meminta bapak Wali Kota Bogor untuk segera mengumumkan kebijakan ganjil genap tersebut dalam bentuk video sebelum melakukan Patroli dan usai meninjau RW Zona Merah di Komplek Perumahan Duta Kencana, Tanah Sareal," jelas Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan dalam pengambilan video tersebut, sudah dilakukan clear area di sepanjang jalan lintasan oleh Dishub. Kemudian saat pengambilan gambar di luar komplek menggunakan jalur lambat dengan kecepatan kendaraan tidak lebih dari 20 kilometer perjam.

"Akan menjadi evaluasi tim untuk mempersiapkan kebutuhan dokumentasi dan sosialisasi ke depannya," jelasnya.