Viral Video Emak-Emak di Gorontalo Diarak Warga karena Dituduh Ingin Menculik Anak

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Gorontalo - Video wanita paruh baya diarak warga lantaran dituduh ingin menculik anak, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Pasar Kamis Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (19/8/2021) sekitar Pukul 06.00 Wita. Dari video yang tersebar di media sosial itu tampak, seorang ibu diikat kedua tangannya dan ditarik-tarik warga tanpa ampun.

Video tersebut juga diunggah ulang akun Instagram @gorontalo_inffo. Dalam akun itu dijelaskan, wanita itu dihina bahkan kerudungnya ditarik hingga terlepas. Untung saja, emosi warga seketika mereda saat pihak kepolisian datang untuk mengamankan wanita itu. Aksi main hakim sendiri itu mendapat komentar negatif dari warganet.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kata Polisi

Terkait peristiwa itu, Kasat Reskrim Gorontalo Nauval Seno mengatakan, saat ini kasus tersebut telah ditangani Polres Gorontalo dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Kepada wanita tersebut, akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

"Untuk tudingan mencuri, sampai saat ini belum ada fakta yg membuktikan hal tersebut, karena sulit diambil keterangannya oleh penyidik," kata Nauval.

Untuk mengetahui ibu itu memiliki kelainan jiwa atau tidak, beberapa hari kedepan akan dilakukan observasi. Polisi juga mengalami kesulitan memperoleh identitas nama dan tempat tinggal wanita itu, lantaran dirinya diam seribu bahasa saat diinterogasi.

"Ibu tersebut belum bisa diambil keterangan, anti akan akan di infokan kembali," katanya.

Dari tas yang dibawa wanita itu, polisi menemukan biskuit. Warga menduga, makanan itu digunakan untuk menarik perhatian anak-anak, lalu menjalankan aksi penculikan.

Simak juga video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel