Viral Video Pelajar SMA di Riau Dikeroyok dalam Kelas, Polisi: Dipicu Tatapan Mata

Merdeka.com - Merdeka.com - Video pengeroyokan terhadap seorang siswa SMA di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, viral di media sosial. Polisi sudah turun tangan menyelidiki kasus itu.

Dalam rekaman 14 detik yang diterima merdeka.com Jumat (23/9), korban yang mengenakan seragam pramuka di keroyok siswa lain. Pelajar perempuan juga terlihat histeris melihat kejadian anarkistis itu.

Siswi mencoba melerai dengan merangkul korban. Namun dia malah terkena pukulan siswa yang mengeroyok.

Korban Lapor Polisi

Polisi langsung menyelidiki video viral ini. Kapolres Kuantan Singingi AKBP Rendra Okta mengatakan, pengeroyokan terjadi Rabu (21/9) siang.

Menurut Rendra, insiden terjadi saat sedang pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Para siswa yang mengeroyok disebut tidak senang dengan tatapan mata korban.

"Iya benar, kejadiannya di sekolah. Kemarin itu sekolahnya lagi pemilihan ketua OSIS," kata Rendra, Jumat.

Awalnya pemilihan ketua OSIS berlangsung aman, namun tiba-tiba terjadi keributan antara korban R dengan teman-temannya. Siswa lain merekam kejadian itu dengan kamera handphone hingga viral di media sosial.

"Korban sudah membuat laporan ke Polsek Kuantan Mudik. Laporan sudah ditindaklanjuti," jelasnya.

Tidak Ada Kaitan dengan Pemilihan Ketua OSIS

Sementara itu, Kapolsek Kuantan Mudik Iptu Ferry Fadillah saat dikonfirmasi mengatakan, pengeroyokan itu terjadi lantaran masalah saling pandang antara korban dengan siswa lainnya.

Prinsipnya laporan sudah ditindaklanjuti, sudah diperiksa saksi-saksi dan korban R juga sudah membuat visum karena luka-luka memar.

Ferry menyebutkan, keributan tersebut tidak ada kaitannya dengan pemilihan Ketua OSIS.

"Motif karena ada pandangan yang tidak disenangi. Tetapi kita masih mendalami apakah ada motif lain, sementara itu motifnya," jelas Ferry.

Meski begitu, Ferry dan anggotanya mendatangi sekolah bersama camat dan pengurus komite sehari setelah kejadian. Pihak sekolah meminta orang tua siswa yang bertikai untuk datang ke sekolah.

"Pihak sekolah memanggil wali murid untuk penyelesaian," katanya. [yan]