Viral Video Pemakaman Pasien COVID-19 di Cikadut Antre

·Bacaan 1 menit

VIVA – Video antrean pemakaman pasien COVID-19 tang disebut di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut Kota Bandung viral beredar di aplikasi percakapan Whatsapp. Tampak, mobil dari berbagai rumah sakit antre untuk prosesi pemakaman.

Dalam video berdurasi 51 detik itu, seorang petugas menerangkan bahwa antrean pemakaman pasien COVID-19 berlangsung secara bertahap.

"Jadi di sini tiap lima unit ambulans, kalau sudah ada yang keluar, dari sana masuk. Jadi untuk sementara yang antre pada di luar dan di bawah, numpuk," ujar pria dalam video tersebut, Sabtu 26 Juni 2021.

Baca juga: Ganjil Genap di Bogor Hari Ini: 4.741 Kendaraan Diputar Balik

Sebelumnya, penanganan pasien COVID-19 yang meninggal di Kota Bandung terus menunjukkan intensitas tinggi yang mengharuskan menambah tanaga maupun infrastruktur lahan pemakaman. Dinas Tata Ruan (Distaru) Kota Bandung berupaya meningkatkan pelayanan di TPU Cikadut.

Di antaranya dengan mendatangkan tenaga bantuan dari TPU lain dan menghadirkan backhoe Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung. Sekretaris Distaru Kota Bandung, Achmad Tadjudin mengungkapkan, langkah tersebut merupakan strategi menjaga pelayanan di TPU Cikadut tetap optimal.

“Di awal pandemi itu antara 8-10 (orang per hari). Akhir tahun lalu mulai melandai atau hanya 2-3 pemakaman. Naik lagi pada Juni ini sampai di angka rata-rata 20 ke atas,” ungkap Tadjudin di Bandung, Kamis 24 Juni 2021.

Tadjudin menerangkan, sudah ada 1.723 liang lahat atau 6.892 meter persegi lahan yang terpakai di TPU Cikadut. Sedangkan Pemkot Bandung menyiapkan lahan seluas 2 hektar khusus untuk pemakaman kasus COVID-19 dengan kapasitas 5 ribu liang lahat. Selain dengan DPU, Tadjudin intens berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pengelola rumah sakit untuk bisa mengatur pengiriman jenazah ke TPU Cikadut. Hal ini untuk mengurangi potensi jenazah harus menunggu liang lahat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel