Viral Video Pria Tendang Sesajen di Lokasi Erupsi Gunung Semeru

·Bacaan 1 menit
Video berisi seorang pria menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru viral di media sosial. (Liputan6.com/ Istimewa)

Liputan6.com, Lumajang - Video berisi seorang pria menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru viral di media sosial. Dalam video berdurasi 30 detik itu tampak seorang pria menggunakan topi dan rompi hitam mengatakan, "Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar".

Tak lama kemudian pria tersebut membuang sesajen berisi buah dan menendang sesajen berisi nasi hingga berserakan. Video itu pun langsung mendapat beragam respons dari warganet.

Salah satunya Alissa Wahid, anak mendiang Abdurrahman Wahid alias Gusdur. Dalam akun resmi Twitternya @AlissaWahid, dirinya berkomentar, "Meyakini bahwa sesajen tidak boleh, monggo saja, Tapi memaksakan itu kepada yang meyakininya, itu tidak boleh. Repot memang kalau ketemu yang model2 begini. Susah banget memahami bahwa dunia bukan milik kelompoknya saja".

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pelaku Diburu Polisi

Sementara itu, akun Nadirsyah Hosen @na_dirs berkomentar, "Di ruang publik milik bersama, orang bebas mengeskpresikan keyakinannya, selama tidak mengganggu kamtibnas. Tindakan menendang sesajen ini merupakan cara yang munkar, dan pelakunya harus ditangkap. Ini Indonesia. Mau beramar a'ruf harus dengan cara yg ma'ruf".

Bupati Lumajang Thoriqul Haq membenarkan adanya peristiwa dalam video tersebut. Dirinya mengatakan peristiwa itu terjadi di Kecamatan Pronojiwo. Sementara pihak kepolisian tengah memburu pria yang ada dalam video tersebut untuk dimintai keterangan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel