Viral Video Terakhir TKW Sumut yang Tewas Diperkosa di Malaysia

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jagad media sosial di Tanah Air belakangan dimunculkan viral video dua orang wanita muda kakak beradik asal Indonesia yang sedang lipsing sebuah lagu. Video tersebut ternyata menjadi video terakhir sebelum mereka berpisah selamanya.

Sebab, usai merekam video tersebut satu orang wanita yang berinisial L berusia 20 tahun itu menjadi korban perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan di rumah indekos saat kakaknya pergi membeli makanan. Kejadian tersebut terjadi di Malaysia.

Video viral tersebut diunggah oleh akun lisaSirait di TikTok yang kini sudah sangat ramai dikunjungi oleh warga net. Tercatat, pada unggahan terakhirnya video tersebut sudah ditonton hingga 4,7 juta kali oleh warganet, sekaligus ucapan duka cita.

Sebelumnya diketahui, seorang wanita Tenaga Kerja Wanita atau TKW asal Sumatera Utara ditemukan tewas di dalam kamar dari sebuah rumah toko di Taman Seri Andalas, Klang, Selangor, Malaysia, pada Kamis 24 Desember 2020 lalu. Korban yang merupakan seorang perempuan berusia 20 tahun itu diduga menjadi korban pembunuhan.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikian aparat kepolisian Malaysia. Diduga pelaku yang merupakan sesama warga negara Indonesia itu saat ini masih dalam pencarian.

"Informasi terakhir yang diterima dari KBRI pelaku yang diduga masih dalam pencarian pihak Polisi Malaysia atau PDRM. Selain ini diduga pelaku berasal dari Indonesia," kata Yoshi, kepada wartawan, Sabtu 26 Desember 2020.

Sampai dengan saat ini, informasi yang didapat KBRI adalah TKI tersebut merupakan korban tindak pidana pembunuhan. Namun juga terdapat informasi adanya dugaan upaya pemerkosaan oleh pelaku yang saat ini masih diburu Polisi Diraja Malaysia atau PDRM.

"Info yang kami terima, sejauh ini mengingat pelaku juga Masih dalam pencarian dugaan awal korban merupakan korban tindak pembunuhan, terdapat informasi dugaan upaya pemerkosaan," ujarnya

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI di Malaysia saat ini masih terus berkomunikasi dengan pihak yang berwenang di Malaysia untuk menangani kasus ini. Diharapkan pelaku segera tertangkap dan kasus dapat diungkap secara jelas.

"Masih Pak KBRI sudah saling kontak dengan pihak PDRM terkait kasus ini dan memantau perkembangannya Masih dalam pencarian pihak berwajib Malaysia," ujarnya.