Viral Video Wanita Terkapar di Kasur setelah Disuntik Vaksin

·Bacaan 1 menit

VIVA – Video wanita terkapar di lantai beralasan kasur viral di media sosial. Wanita itu teriak kesakitan sambil mengucapkan la ilaha illallahu.

Terlihat juga ia menahan kesakitan memgegang kepalanya sambil memiringkan posisi badannya ke samping.

Video itu diunggah oleh akun Facebook Abdul Rasyid Halomoan Sipahutar pada Minggu (20/6) dan unggah ulang oleh akun Instagram @ndorobeii pada Selasa (22/6).

Dalam keterangan di @ndorobeii dijelaskan bahwa akun Facebook Abdul Rasyid Halomoan Sipahutar mengunggah kondisi seorang wanita bernama Nani yang mengalami efek samping setelah disuntik vaksin Covid-19 AstraZeneca.

"Wanita itu mengalami gejala seperti sesak napas, mual, pusing, sakit perut hingga mati rasa setengah badan bagian kanan setelah disuntik vaksin Covid-19," tulis @ndorobeii.

Nani adalah warga Perumahan Botania Garden, Blok B8, nomor 30, Batam. Nani menerima suntikan vaksin AstraZeneca pada Kamis (17/6).

Lalu pada malam harinya, Nani mengalami demam tinggi dan tubuh bagian kanannya tiba-tiba mati rasa.

Keluarga menduga ini merupakan efek samping vaksin, sehingga Nani hanya diberikan paracetamol, air kelapa muda, dan susu murni.

Melihat kondisi Nani tidak ada perubahan, akhirnya keluarga menghubungi dokter dan menyarankan agar Nani dibawa ke rumah sakit.

Kemudian Nani dibawa ke RS Elisabeth Batam Center, Minggu (20/6) malam, tapi tidak jadi berobat karena BPJS tidak menanggung biaya perawatan akibat efek samping vaksin Covid-19.

"Akhinya Nani dibawa pulang setelah dirawat sebentar dengan total biaya Rp462.300," tulis @ndorobeii.

Namun, tak berapa lama Nani mulai memperlihatkan gejala lagi dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam.

Hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut kondisi Nani dan juga terkait manfaat BPJS tidak bisa menerima biaya berobat pasien yang disebabkan vaksin COVID-19.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel