Viral Wanita Berjilbab Dicoret dari Tim Olimpiade Tokyo, Ternyata...

·Bacaan 1 menit

VIVA – Video seorang wanita berjilbab mengaku dicoret pelatih dari Tim Olimpiade Tokyo viral di media sosial. Pencoretan namanya membuat wanita ini menangis.

Kisah pengakuan wanita ini dibagikan oleh pembuat konten sekaligus pemilik akun TikTok @miftahriiz, Rabu (28/7). Unggahan videonya itu hingga Jumat (30/7) sudah ditonton 5,7 juta kali.

Dalam unggahan videonya tersebut menayangkan sosok pemilik akun @miftahriiz sedang sedih di dalam mobil.

Wanita ini memakai jilbab cokelat dan sweater atau semacam jaket olahraga yang biasa dipakai para atlet.

Di dalam mobil itu, wanita ini sedang menutup kedua matanya dengan punggung tangan kanannya yang berbalut jaket atlet. Terlihat bibirnya sedang mewek.

Lalu ia mengubah posisi kedua tangannya untuk menutupi wajahnya yang sedang mewek itu. Sambil sesenggukan, ia kemudian menundukkan wajahnya ke dengkul kakinya yang berada di atas kursi mobil.

Tak kuat menahan tangis, wanita berjilbab ini kembali megubah posisi dengan tangannya mengambil tisu untuk mengusap matanya yang merah setelah menangis.

"Udah latihan dengan keras untuk olimpiade kali ini, tapi tiba-tiba dikeluarkan dari tim sama pelatih, seminggu sebelum berangkat ke Tokyo. Hancur banget," tulis Miftariiz pada video tersebut.

Setelah keterangan video tersebut, lalu muncul tayangan video berikutnya yang menampilkan wanita berjilbab ini sedang bermain badminton di belakang halaman rumah.

Wanita ini terlihat memegang raket dengan tangan kirinya. Tiga kali melakukan pemukulan, tiga kali juga meleset. Ia terlihat banyak melakukan kesalahan dalam memukul kok.

Tampak sosok ini bukan seperti seorang atlet profesional. Hal itu yang mengundang komentar netizen yang menilai wanita ini sedang melakukan aksi prank sebagai atlet yang gagal berangkat ke Jepang.

Tentu saja, aksi prank ini mengundang komentar netizen yang menganggap wajar wanita ini dicoret karena memang bukan atlet.

Namun, banyak juga netizen awalnya tertipu dan kesal, tapi akhirnya memberi dukungan kepada wanita ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel