Virolog: Vaksin BUMN diharapkan percepat penanganan COVID-19

Virolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Daniel Joko Wahyono MBiomed mengatakan vaksin BUMN diharapkan dapat mendukung percepatan penanganan COVID-19 di Tanah Air.

"Pada prinsipnya vaksin COVID-19 jenis apapun, termasuk vaksin BUMN dapat digunakan untuk penanganan penyakit COVID-19 dan mendukung upaya penanganan pandemi," katanya ketika dihubungi dari Jakarta, Sabtu.

Menurut dia kapasitas produksi vaksin BUMN yang cukup besar diharapkan dapat meningkatkan capaian vaksinasi khususnya dosis penguat atau "booster" dan untuk anak-anak usia di atas 11 tahun.

"Namun untuk anak-anak di bawah usia 11 tahun tentunya memerlukan studi yang mendalam dan valid, mengingat imunitas pada usia anak-anak belum terbentuk secara sempurna," katanya.

Daniel Joko berharap vaksin BUMN nantinya akan mempercepat laju vaksinasi di Tanah Air dengan distribusi yang merata hingga ke pelosok.

Baca juga: Peneliti: Vaksin BUMN menunjukkan kemampuan produksi vaksin Indonesia

Baca juga: Kemenko PMK: Vaksin BUMN dukung penguatan ketahanan kesehatan

Dosen Fakultas Biologi Unsoed yang mengajar mata kuliah virologi itu mengatakan vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya penanganan pandemi.

"Tentunya dengan tetap memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun," katanya.

Bagaimanapun juga, kata dia penggunaan masker masih sangat bermanfaat sebagai tindakan preventif untuk mencegah berbagai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat virus lainnya yang cukup serius.

"Masker masih sangat bermanfaat mencegah berbagai penyakit baik pada anak-anak dan orang tua, serta bagi mereka yang kekebalan tubuhnya lemah," katanya.

Sementara itu, dirinya juga mengaku optimistis bahwa kasus pandemi COVID-19 pada waktu yang akan datang akan makin dapat terkendali.

"Semoga kasus COVID-19 dapat makin dapat dikendalikan dan pandemi segera berakhir, karena nampaknya varian-varian baru yang muncul akhir-akhir ini lebih mudah menular namun berkurang patogenitasnya sehingga gejala klinisnya lebih ringan," katanya.

Sementara itu, seperti diwartakan sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan izin untuk pengembangan uji klinik tahap akhir Vaksin BUMN yang merupakan kolaborasi PT Bio Farma, Baylor College of Medicine, dan Eijkman.

"Pengembangan Vaksin BUMN yang pertama di Indonesia merupakan karya anak bangsa dalam pengembangan praklinik hingga fase terakhir atau ketiga ini. Kami sudah beri izin dan sudah memenuhi tahapan cara uji klinik yang baik," kata Kepala BPOM RI Penny K Lukito.

Penny mengatakan BPOM telah mendampingi pengembangan Vaksin BUMN dari mulai fasilitas produksi hingga penggunaan vaksin yang sudah memenuhi standar prosedur Good Manufacturing Practices (GMP) atau cara produksi yang baik menurut aturan.

Baca juga: Menteri Erick ingin Indonesia jadi hub produksi vaksin dunia

Baca juga: Pemerintah resmi melakukan uji klinis tahap III Vaksin BUMN

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel