Virtual Expo Perdana BTN Dikunjungi 1 Juta Pengguna

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat pameran perumahan BTN terpaksa dilakukan secara virtual.

Plt. Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon Napitupulu menyebut pameran perumahan itu pun dilakukan dua kali sepanjang tahun 2020 lalu. Meski dilakukan secara virtual, namun kunjungan virtual expo tersebut mencapai 1 juta pengunjung.

"Kita lakukan virtual ini dua kali tahun lalu, dan diluar dugaan pengunjungnya mencapai 1 juta," kata Nixon di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Nixon mengatakan jumlah tersebut melebihi kunjungan pameran fisik. Bahkan, pengunjungnya tak hanya berasal dari Jabodetabek. Melainkan dari seluruh penjuru nusantara, terutama di luar pulau jawa.

"Kalau ke pameran fisik kan ke satu tempat, ajak keluarga. Kalau virtual ini cukup pakai komputer dan bisa lihat rumah dan lokasi dengan gambar 3 dimensi," kata dia. Meski begitu, jumlah kunjungan virtual tersebut tidak selaras dengan kredit yang disalurkan. Dalam dua kali pameran tersebut, total pembiayaan yang disalurkan yakni Rp 1,3 triliun - Rp 1,4 triliun.

"Angka yang cari di tahun pertama virtual expo ini sebesar Rp 1,3 triliun - Rp 1,4 triliun diverse kredit dari sana," kata dia.

Sebagai expo perdana, Nixon menilai capaian tersebut perlu diapresiasi. Sebab membeli rumah tidak seperti membeli barang konsumsi lainnya. Apalagi, harganya mulai dari ratusan juta dan pembeliannya dengan berbagai pertimbangan.

"Sebagai awal saya rasa ini luar biasa, apply buat beli rumah ini kan angkanya ratusan juta, bukan seperti beli sepatu. Jangan lihat angkanya dulu," kata dia.

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

BTN Bidik Target Laba Rp 2,8 Triliun pada 2021

BTN menggelar pameran properti tahunan bertajuk Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Center (JCC).
BTN menggelar pameran properti tahunan bertajuk Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Center (JCC).

Melihat pemulihan ekonomi yang mulai terjadi pada 2021, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk/BTN (BBTN) menargetkan pertumbuhan laba hingga Rp 2,5 triliun-Rp 2,8 triliun sepanjang 2021.

Selain itu, Plt Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menegaskan, pertumbuhan laba diharapkan tumbuh hingga 50 persen year on year (yoy).

"Kami sudah submit rencana bisnis bank akhir tahun lalu ke OJK. Mudah-mudahan di-approve oleh regulator. Kami memiliki target laba tumbuh menjadi Rp 2,5 triliun - Rp 2,8 triliun. Artinya bisa tumbuh lebih dari 50 persen di tahun 2021 ini," kata Nixon, Kamis (11/2/2021).

Ada peningkatan laba pada 2021 diharapkan mampu melanjutkan penguatan yang terjadi pada 2020. Tercatat tahun lalu, laba naik dari Rp 209 miliar menjadi Rp 1,6 triliun.

Pada 2021, Nixon menegaskan, peningkatan laba banyak ditopang oleh penghematan biaya dana (cost of fund).

Sama dengan bank lainnya, BTN juga memiliki strategi untuk meningkatkan sistem digitalisasi sehingga masyarakat akan lebih mudah dan efisien.

"Penutupan outlet di tahun 2020 kurang lebih 100 kantor kas yang tidak produktif. Karena sekarang transaksi sudah 90 persen lebih di e-channel. Dengan digitalisasi, outlet konvensional yang dirasa sulit tumbuh, kita tutup," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: