Virtual Reality Tingkatkan Daya Ingat dan Pemahaman Siswa hingga 80 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang terdampak oleh pandemi Covid-19 sejak 2020. Terpaksa kegiatan belajar mengajar yang biasanya digelar secara tatap muka, kini beralih ke ruang virtual.

Di satu sisi, ada sejumlah keterbatasan di tataran teknis karena dalam waktu singkat para pendidik harus menyesuaikan diri dengan teknologi yang tersedia. Di sisi lain, metode pembelajaran daring yang kurang efektif dapat menyebabkan peserta didik merasa jenuh.

Berkaca pada situasi tersebut, teknologi Virtual Reality disebut dapat menjadi solusi alternatif. Laporan World Economic Forum yang terbit pada Oktober 2020 menyebutkan bahwa penyerapan teknologi Virtual Reality dalam dunia pendidikan hingga tahun 2025 mendatang akan mencapai 70 persen.

Senada dengan laporan itu, LenteraEdu sebagai salah satu platform pendidikan yang peduli dengan perkembangan teknologi pendidikan (edtech) meyakini Virtual Reality dapat menjadi solusi bagi penyesuaian kegiatan belajar mengajar di era pandemi.

Tahun ini, inisiatif yang ada di bawah naungan Sampoerna Foundation itu menggelar program VR Ambassador dalam rangka mencetak tenaga pendidik yang dapat menjadi pelopor teknologi imersif di dunia pendidikan Indonesia. Lewat program ini, LenteraEdu menggandeng Millealab yang memiliki produk Virtual Reality berbasis all-in-one cloud platform karya anak bangsa.

Sejak tahun 2019 Millealab telah memberikan warna tersendiri dengan memberikan program pelatihan pembuatan Virtual Reality dan program kompetisi 1.000 guru pionir VR serta 100 sekolah pionir VR di 34 provinsi yang didukung oleh Ikatan Guru Indonesia DKI Jakarta, SEAMOLEC, dan Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Uji Coba

Managing Director Millealab, Andes Rizky dalam pernyataannya menyebut telah melakukan uji coba di 10 provinsi dan bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang direkomendasikan jaringan Ikatan Guru Indonesia. Menurut Andes, uji coba yang melibatkan 1.800 peserta didik dari jenjang dasar dan menengah itu membuahkan hasil sangat positif.

"Dari data uji coba yang dilakukan, penggunaan VR dapat meningkatkan emosi positif siswa hingga 90 persen, meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa pada konteks pembelajaran hingga 80 persen, dan juga mampu meningkatkan nilai rata-rata kelas hingga 53 persen," ujar Andes.

Kemitraan antara LenteraEdu dan Millealab akan saling melengkapi satu sama lain. Disebutkan bahwa dalam proses pendaftaran program VR Ambassador hingga hari terakhir, jumlah pendaftar mencapai 3 kali lipat dari yang ditargetkan, yang kemudian akan diseleksi hingga mendapatkan 100 calon Ambassador terbaik.

Program VR Ambassador

Program ini akan berlangsung selama enam bulan untuk mencetak 100 VR ambassador yang dapat menciptakan pembelajaran inovatif dengan menggunakan teknologi VR dan melakukan uji coba kepada peserta didik. Kemudian, mereka wajib melakukan diseminasi kepada 50 tenaga pendidik di tempat mereka berada.

"Guru dan teknologi adalah katalisator yang dapat mempercepat upaya perubahan, disinilah peran guru sebagai penggerak transformasi untuk menciptakan inovasi pembelajaran melalui pengembangan media belajar berbasis VR. Kolaborasi dengan Milealab merupakan upaya kerja bersama untuk mempercepat laju perubahan tersebut," tutur Juliana Head of Program Putera Sampoerna Foundation.

Program VR Ambassador ini juga melibatkan guru-guru SMK yang terdaftar sebagai calon VR Ambassador dan keterlibatan mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan di bidang vokasi.