Virtus Showcase 2022 bahas "distributed enterprise" & "edge computing"

PT Virtus Technology Indonesia (Virtus), perusahaan penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi (TI) dan digital hari ini menggelar Virtus Showcase 2022, mengusung tema "Edge of Distributed Enterprise: Embracing the Next Digital Wave" untuk membahas distributed enterprise dan ekosistem edge computing.

"Kami mengambil tema ini karena kami percaya bahwa distribued enterpise ataupun era edge computing dapat menjadi salah satu keunggulan kita untuk berkompetisi di masa mendatang," kata Direktur Virtus Christian Atmadjaja di sela-sela acara, Kamis.

Baca juga: Diskusikan strategi transformasi digital, Virtus gelar konferensi

Baca juga: VMware perkenalkan inovasi baru dukung pelanggan di era multi cloud

Sebagai informasi, distributed enterprise atau perusahaan terdistribusi merupakan konsep bisnis di mana perusahaan tidak lagi bergantung pada data center terpusat melainkan langsung memproses dan menganalisa data di tempat data tersebut dihasilkan.

Model bisnis ini memerlukan dukungan teknologi edge yang dinilai mampu memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi perusahaan, akses produk dan layanan yang lebih terdistribusi, hingga konsumsi media yang tidak terbatas.

Menurut penelitian Gartner, saat ini sekitar 10 persen data yang diproduksi oleh perusahaan dibuat dan diproses di luar data center atau cloud yang terpusat. Pada tahun 2025, angka tersebut diprediksi naik menjadi 75 persen.

Peningkatan data baik dari sisi volume maupun kecepatannya dipicu oleh deployment perangkat IoT yang melaju untuk kebutuhan bisnis, konsumer, hingga pemerintahan seperti smart city. Menurut Gartner, hal tersebut menjadikan pengelolaan data yang mengandalkan data center dan cloud terpusat menjadi tidak efisien dan memadai lagi.

"Di titik inilah distributed enterprise dan edge akan menjadi sangat penting dalam membuka potensi penuh berbagai industri," imbuh Christian..

Untuk itu, lanjut Christian, Virtus Showcase 2022 menjadi jembatan bagi para pelaku industri dan berbagai penyedia solusi IT seperti edge computing, end-user computing, SD-WAN, secure access service edge (SASE), zero-trust security, 5G, IoT, AI dan machine learning, serta cloud native untuk berkolaborasi meraih peluang dalam memaksimalkan adopsi edge untuk kelangsungan bisnis mereka.

Bertempat di Hotel Mulia, Jakarta, Virtus Showcase 2022 didukung oleh vendor IT terkemuka di dunia seperti VMware, Dell Technologies, Huawei, Trend Micro, Red Hat, Arista, Palo Alto, dan Yugabyte.

Menurut Country General Manager Dell Technologies Indonesia Hendra Lesmana, kolaborasi dengan berbagai mitra termasuk Virtus melalui Virtus Showcase 2022 sangat penting untuk membangun ekosistem solusi edge sesuai kebutuhan industri dan membantu mempercepat perjalanan transformasi digital para pelanggan.

"Dengan berbagai inovasi, pelanggan bisa lebih cepat mendapatkan dan mengkonsolidasikan wawasan dari data langsung di edge, serta memastikan setiap lokasi edge terhubung dengan aman," ujar Hendra.

Sementara menurut Country Manager VMware Indonesia William Buyung menambahkan, Virtus Showcase 2022 membuka kesempatan bagi perusahaan untuk memperkenalkan solusi VMware yang memungkinkan organisasi untuk menjalankan, mengelola, dan mengamankan aplikasi edge-native dengan baik di berbagai lokasi.

"Didukung dengan kemitraan di seluruh ekosistem yang luas, menjadi komitmen kami untuk memberikan solusi terintegrasi yang mulus kepada pelanggan," katanya.

Virtus Showcase 2022 menghadirkan sejumlah pembicara ahli, yaitu Stephanus Oscar selaku CEO Edge DC Indonesia, Erwin Yusran selaku Contry Data Center Sales Lead Indonesia Dell Technologies, serta Chun Wui sebagai Senior Manager Solution Engineering VMware.

Acara tersebut juga menghadirkan sesi panel diskusi interaktif. Adapun narasumbernya merupakan pelaku industri seperti Amirul Wicaksono selaku Direktur IT dan Operasional Bank DKI dan Andries Indrajaya sebagai Vice President of Technology PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Mereka membahas lebih dalam mengenai pengalaman implementasi teknologi edge computing dan tantangan serta peluang distributed enterprise di Indonesia.

Baca juga: Volkswagen kirim 5.000 unit sedan Virtus dalam dua bulan di India

Baca juga: Serangan siber makin canggih, perusahaan butuh proteksi "endpoint"

Baca juga: Yogyakarta disebut salah satu kota yang siap Industri 4.0