Virus Corona Ditetapkan sebagai Pandemi, Presiden AIC Kecam Wacana Laga di Tempat Netral

Liputan6.com, Milan - Penyebaran virus Corona model terbaru yang belum terkendali hingga saat ini telah membuat sejumlah pertandingan sepak bola, termasuk babak 16 besar Liga Europa, terganggu. Dua pertandingan yang mempertemukan Inter Milan vs Getafe dan Sevilla vs AS Roma resmi dibatalkan gara-gara wabah ini. 

UEFA mengumumkan pada Kamis (12/3/2020), bahwa kedua pertandingan itu tidak bisa digelar menyusul keputusan pemerintah Spanyol untuk menutup rute penerbangan dari dan menuju Italia. 

Langkah ini diambil setelah penyebaran virus Corona di kedua negara semakin tidak terkendali. Pemerintah Italia sendiri bahkan sampai harus menutup negaranya untuk membatasi penyebaran virus yang telah menjangkiti lebih dari 10 ribu warganya dan menewaskan lebih dari 800 orang. 

Seluruh warga Italia diminta untuk tidak berpergian. Toko-toko, sekolah, dan pusat perbelanjaan juga ditutup. Kompetisi sepak bola termasuk Serie A juga dihentikan hingga 3 April mendatang. 

Spanyol juga, menurut data terbaru yang dilansir dari Channel News Asia, hingga berita ini diturunkan, sudah ditemukan sebanyak 2.227 kasus virus Corona dengan jumlah kematian sebanyak 54 jiwa. Dan untuk membatasi penyebaran virus ini, Spanyol memundurkan jadwal final Copa del Rey ke bulan Mei. 

Meski demikian, Direktur Jenderal Getafe, Clemente Villaverde, kepada reporter, mengatakan bila UEFA untung mengubah babak 16 besar menjadi sistem knock out dan menggelarnya di tempat netral. Rencananya duel digelar pekan depan untuk mendapatkan pemenang sebelum undian perempat final. 

 

 

 

Wacana Absurd

Suasana pertandingan Serie A antara Inter Milan dan Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, Minggu (8/3/2020). Pertandingan yang dimenangkan Juventus 2-0 itu digelar tanpa penonton akibat kekhawatiran akan penyebaran virus corona (COVID-19). (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

  Asosiasi Pesepak Bola Italia AIC tidak sepakat dengan wacana itu. Presiden AIC, Tommasi, bahkan menyebutkan sebagai usulan yang tak masuk akal. Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah virus Corona sebagai pandemi menyusul penyebaran yang semakin tak terkendali.

"WHO baru menetapkan wabah virus Corona sebagai pandemi global," kata Tommasi kepada ANSA. 

"Itu artinya, tidak masuk akal membicarakan kemungkinan tempat netral bagi sepak bola pada saat ini. Kita semua terlibat. Sayangnya, tidak ada tempat yang netral bagi situasi darurat seperti ini."

Saksikan juga video menarik di bawah ini: