Virus Corona Ikut Pengaruhi Cara Bumi Bergerak, Kok Bisa?

Lazuardhi Utama, Dinia Adrianjara

VIVA – Wabah Virus Corona COVID-19 berdampak besar pada kehidupan masyarakat dunia dan memperlambat proses ekonomi. Namun, para ilmuwan mengatakan pandemi ini juga ternyata berpengaruh kepada cara Bumi berputar.

Ilmuwan yang mempelajari kerak Bumi melaporkan telah terjadi kebisingan seismik yang jauh lebih sedikit. Biasanya penurunan kebisingan seismik terjadi saat aktivitas industri dan transportasi yang jauh lebih rendah selama liburan hari raya.

Namun kali ini pengurangan kebisingan seismik terjadi akibat pandemi Virus Corona di mana sekolah, restoran, kantor dan tempat-tempat umum lainnya terpaksa ditutup.

Pemerintah berbagai negara juga telah mengeluarkan larangan bepergian di beberapa negara bagian. Menurut Thomas Lecocq, seismolog dari Royal Observatory of Belgium di Brussels, kebisingan seismik akhir-akhir ini turun sepertiga karena berkurangnya aktivitas manusia, yang telah meningkatkan sensivitas peralatan pengamatan.

Ini artinya para seismolog mengumpulkan mengumpulkan data yang lebih akurat dari biasanya. "Anda akan mendapatkan sinyal dengan tingkat kebisingan (noise) lebih sedikit, memungkinkan Anda mendapatkan lebih banyak informasi dari peristiwa-peristiwa itu," ungkapnya, seperti dikutip dari Sputniknews, Rabu, 8 April 2020.

Pandemi Virus Corona telah melanda dunia selama beberapa bulan terakhir, dengan kasus pertama telah dilaporkan di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada pertengahan Desember 2019. Jumlah keseluruhan kasus hingga saat ini mencapai 1.133.000, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penguncian, karantina, dan langkah-langkah isolasi diri, yang dimaksudkan untuk mengekang penyebaran penyakit COVID-19 yang menular, telah memiliki efek yang merugikan pada ekonomi global, merusak pasar saham, penjualan bahan bakar, dan kesejahteraan warga pada umumnya.

Pemerintah di seluruh dunia saat ini bekerja untuk menghasilkan langkah-langkah yang tepat dalam hal ini fiskal dan moneter, untuk mengatasi dampak buruk tersebut, dan mendukung segmen yang paling parah, yakni pebisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).