Virus Corona Mewabah, BUMN Bagikan 25.000 Masker buat Warga Indonesia di Hong Kong

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta BUMN ikut aktif dalam upaya membantu masyarakat Indonesia yang terdampak langsung wabah virus Corona yang menyebar awal di China. 

Hasil koordinasi dengan Kementerian BUMN, 3 BUMN yakni PT BNI, PT RNI dan PT Garuda Indonesia mengirimkan sekitar 25.000 masker untuk dibagikan kepada warga Indonesia di Hong Kong. Rencananya, masker ini akan dibagikan paling lambat esok hari.

“Saya apresiasi BNI yang bergerak cepat membantu masyarakat Indonesia di Hongkong. Masyarakat Indonesia di Hongkong termasuk yang paling besar, untuk membantu mengantisipasi virus corona,” kata Erick Thohir, seperti dikutip Senin (3/2/2020).

BNI mengirimkan masker melalui Garuda, yang kemudian akan dibagikan di BNI cabang Hongkong. "Semoga dapat membantu masyarakat Indonesia di sana," jelas dia.

Dampak Virus Corona, Masker Buatan Indonesia Diborong China

Pekerja memproduksi masker di sebuah pabrik di Yangzhou, Provinsi Jiangsu, China, Senin (27/1/2020). Masker tersebut diproduksi untuk mendukung pasokan bahan medis saat wabah virus corona melanda China. (STR/AFP)

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan China telah memesan masker buatan Indonesia dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di negaranya. Bahkan, produksi masker sampai 3 bulan ke depan sudah dipesan untuk China.

"Seluruh produksi masker ini sudah di lock sama China," kata Airlangga di Wisma Antara, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Airlangga mengingatkan, agar semua produksi masker juga menyiapkan kebutuhan untuk dalam negeri. Jangan sampai semua diserap untuk ekspor dan masyarakat Indonesia tidak kebagian.

Sebab, semua negara saat ini hanya bisa melakukan upaya pencegahan. Sebagaimana diketahui, hingga saat ini anti virusnya pun belum ditemukan.

Moratorium turis atau kedatangan dari China pun sudah dilakukan berbagai negara dalam rangka pencegahan penyebaran virus. Sebab penyebarannya bisa lewat medium apa saja.

Saat ini semua negara masih menunggu perkembangan informasi tentang virus. Airlangga berharap anti virus corona segera ditemukan.

"Tinggal nunggu nasib aja sebenarnya," kata Airlangga.

 

Saksikan video di bawah ini: