Virus corona tak membuat Anda bayar lebih untuk boneka Barbie dan mainan Star Wars

Jika ada kelebihan untuk pembeli mainan tahun ini, maka itu adalah bahwa wabah virus corona yang melewati pusat manufaktur terpenting China mungkin tidak mengakibatkan lonjakan harga. Itu boleh dibilang pembeli mainan bahkan bisa menemukan apa yang mereka inginkan di rak-rak di Walmart atau online di Amazon.

Lagi pula, hal terakhir yang ingin dilakukan para pembuat mainan yang berjuang menghidupkan bisnis setelah musim liburan yang tidak menyenangkan adalah menaikkan harga kepada konsumen demi mengimbangi beban lebih tinggi pada rantai pasokan.

"Saya sejujurnya tidak percaya mereka akan (menaikkan harga kepada konsumen)," kata editor senior The Toy Insider James Zahn kepada The First Trade, Yahoo Finance. Zahn menambahkan pembuat mainan tidak ingin menyakiti keluarga-keluarga dengan menaikkan harga.

Zahn menjelaskan, “Saya kira itu prioritas terakhir mereka, terutama karena kita baru keluar dari periode 18 bulan di mana industri mainan menghadapi berbagai sejumlah pertarungan. Mereka sudah kehilangan Toys R Us. Kemudian mereka menghadapi tantangan menyusutnya skala ruang ritel. Kini kita terpukul oleh virus corona. Tapi mereka ulet, dan industri mainan adalah industri yang sangat positif. "

Saham produsen-produsen utama mainan Hasbro (HAS), Mattel (MAT) dan Funko (FNKO) terus tertekan di tengah meningkatnya epidemi virus corona. Dengan alasan masuk akal.

China mewakili sekitar 80% dari basis manufaktur industri mainan. Ketika Funko, misalnya, sudah bekerja baik dalam melakukan diversifikasi ke luar negeri dan ke Vietnam, banyak pembuat mainan yang lebih kecil belum begitu gesit. Sementara itu, raksasa industri Hasbro masih mengandalkan China untuk lebih dari 65% produksi mainannya. Perusahaan ini mengatakan kepada para analis dalam sebuah acara pada Jumat bahwa pihaknya berencana mencapai batas 50% pada produksi China dalam beberapa tahun ke depan.

Zahn mengatakan situasi lapangan di China sudah seperti konsumen bisa melihat mainan habis stok di para pengecer Juni mendatang. Mainan yang seharusnya ada di pasar sebelum musim liburan mungkin tidak muncul pada musim semi 2021.

Isaac Larian, pendiri perusahaan produsen lini bonek Bratz yang popler MGA Entertainment yang diwawancarai FT, memperingatkan bahwa bisnis mainan akan pada akhirnya terpengaruh besar oleh virus corona.

Faktor yang membatasi penetapan harga dan tekanan rantai pasokan yang besar, dan pembuat mainan bisa saja menekan besar keuntungan dalam mengawali 2020.