Update Virus Corona Wuhan: 17.485 Terinfeksi, 362 Meninggal, 506 Sembuh

Liputan6.com, Wuhan - Jumlah korban terinfeksi Virus Corona masih terus bertambah. Orang yang telah terinfeksi pun sudah menembus 17 ribu orang di seluruh dunia dengan mayoritas kasus berada di China. 

Berdasarkan peta Gis And Data pada Senin malam (3/2/2020), orang yang terinfeksi virus ini mencapai 17.485, korban meninggal 362 orang dan pasien sembuh 506 orang.

Jumlah penderita terbanyak berada di China Daratan, yakni 17.302 orang terinfeksi Virus Corona. Negara kedua dengan kasus terbanyak adalah di Jepang dengan 20 pasien.

Provinsi Hubei di China mencatat 11.177 orang terkena kasus virus ini, sementara 350 orang tewas dan 295 sembuh. Jumlah pasien sembuh terbanyak kedua ada di provinsi Zhejiang dengan 36 pasien sembuh.

Hari ini, jumlah korban tewas akibat Virus Corona di China Daratan sudah melewati jumlah tewas akibat SARS. Ketika wabah SARS merebak ada 349 orang tewas di China. 

Meski demikian, jumlah korban sembuh dari Virus Corona masih lebih banyak dari korban tewas. 

Peta Gis And Data mendapat data dari World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dari Amerika Serikat, European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), National Health Commission (NHC) dari China, dan komunitas digital kedokteran China, DXY.

Lawan Virus Corona, China Kebut Bikin Pabrik Masker dalam 7 Hari

ilustrasi perempuan menggunakan masker/copyright Shutterstock

Merebaknya Virus Corona dari Wuhan membuat kebutuhan masker di China meroket. Industri masker asal Indonesia pun sampai banjir pesanan dari Negeri Panda itu. 

Perusahaan di Tiongkok bahkan turut mengebut mendirikan pabrik masker untuk memenuhi kebutuhan domestik. Hanya sekitar tujuh hari saja, pabrik masker berhasil diresmikan di China.  

Dilansir CGTN, pabrik baru ini berlokasi di sebelah tenggara Beijing, atau tepatnya di Area Pengembangan Ekonomi-Teknologi (Economic and Technological Development Area) di Kota Yizhuang. Fungsi area tersebut mirip dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, yakni untuk memicu pertumbuhan industri.

Pabrik masker itu mampu memproduksi hingga puluhan juta masker setiap bulannya. Pemiliknya adalah perusahaan alat medis Union Kangli asal Provinsi Henan.

Perusahaan mengaku memiliki peralatan untuk produksi masker tetapi tidak punya pabrik. Pada 26 Januari lalu, mereka pun menelepon area Pengembangan Ekonomi-Teknologi Yizhuang untuk mencari lahan seluas 1.000 meter persegi. 

Pihak pemerintah lantas membantu mencarikan pabrik yang tak terpakai agar Union Kangli tak perlu membangun pabrik dari awal. Sebuah pabrik yang tak terpakai pun dipilih dan disulap menjadi pabrik masker. 

Masalah perizinan juga dikebut dan tidak kurang dari 13 departemen pemerintah langsung bekerja sama mengurus masalah perizinan meski saat itu masih liburan Imlek.

Pada 31 Januari, semua izin berhasil dikantongi Union Kangli. Pabrik masker ini pun sudah mulai beroperasi pada Sabtu, 1 Februari lalu.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: