Virus Polio Ditemukan di Kota New York, Pertama Sejak 2013

Merdeka.com - Merdeka.com - Air limbah di pinggiran Kota New York (New York City/NYC), Amerika Serikat (AS) mengandung virus polio, yang terdeteksi pada Juli lalu. Ini merupakan kasus pertama di AS sejak 2013.

Virus ini ditemukan pada seorang pasien yang tidak disebutkan namanya asal Rockland County.

Pejabat kesehatan menyampaikan tidak ada kasus baru lainnya yang ditemukan dan belum jelas apakah virus ini menyebar dengan aktif, dikutip dari BBC, Kamis (4/8).

Polio berhasil diberantas di AS setelah program vaksinasi yang dimulai pada 1955. AS lalu mengumumkan bebas polio pada 1979.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), kandungan virus polio dalam air limbah tersebut mengindikaskan virus tersebut disebarkan melalui kotoran manusia.

Pasien dari Rockland County ini tidak divaksinasi dan pejabat kesehatan mengatakan pria tersebut mungkin tertular dari seseorang yang disuntik dengan vaksin yang mengandung virus polio yang dilemahkan.

Hasil uji laboratorium menemukan jenis atau varian virus itu secara genetik berkaitan dengan virus yang ditemukan di Israel, walaupun pasien tersebut belum pernah berkunjung ke sana. Virus ini juga berkaitan dengan sampel virus polio di Inggris.

Bulan lalu, pejabat kesehatan Inggris mengatakan virus penyebab polio itu terdeteksi dalam sampel air pembuangan di London.

Belum ada obat untuk polio tapi bisa dicegah dengan vaksin. Polio bisa menyebabkan melemahnya otot dan lumpuh dan dalam beberapa kasus parah bisa menyebabkan cacat permanen dan bahkan kematian.

Vaksin polio dari virus yang dimatikan digunakan di AS dan Inggris sebagai bagian program vaksinasi rutin anak-anak. Di AS, sekitar 93 persen balita menerima sedikitnya tiga dosis suntikan polio, menurut data vaksinasi CDC. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel