Visa & CIMB Luncurkan Kartu Preferred Infinite Syariah, Kartu Syariah Contactless Pertama di Indonesia

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas telah mendorong lembaga keuangan turut menerapkan berbagai aspek dari sistem ekonomi syariah. Mulai dari sektor perbankan, asuransi, dan pembiayaan lainnya sekarang menghadirkan produk keuangan syariah.

Penerapan sistem ekonomi syariah tersebut terbukti telah memberikan dampak bagi perekonomian nasional. Ekonomi syariah menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dan positif. Tren tersebut diperkirakan akan terus berlanjut di masa-masa mendatang, mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dengan kebutuhan setiap orangnya yang terus meningkat dan beragam.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memudahkan dalam bertransaksi, Visa bekerja sama dengan Bank CIMB Niaga meluncurkan Kartu CIMB Preferred Infinite Syariah. Berbeda dengan kartu pembayaran pada umumnya, Kartu CIMB Preferred Infinite Syariah menjadi kartu syariah contactless pertama di Indonesia yang memungkinkan nasabah bertransaksi melalui sistem tap to pay. Transaksi pembayaran tanpa perlu pindah tangan, sehingga tetap higienis, nyaman dan pasti aman.

Pengenalan lebih lanjut Kartu CIMB Preferred Infinite Syariah dikemas dalam acara bertajuk Peace of Mind Penuhi Kebutuhan dengan Kartu CIMB Preferred Infinite Syariah dan digelar secara virtual pada Kamis (16/9). Turut hadir dalam momen acara, Head of Consumer Product, Preferred and Personalization, PT Bank CIMB Niaga Tbk yaitu Noviady Wahyudi, Riko Abdurrahman selaku President Director, PT Visa Worldwide Indonesia.

Bersamaan dengan acara yang dikemas dalam bentuk talkshow tersebut, Visa dan Bank CIMB Niaga mengundang Certified Financial Planner & CEO ZAP Finance, Prita Ghozie sebagai pembicara yang membahas seputar gaya hidup syariah di Indonesia.

Tingkat Keamanan Teknologi Contactless

Credit: Visa
Credit: Visa

Di tengah masyarakat masih ada asumsi yang berkembang jika kartu pembayaran berbasis contactless tergolong berisiko lebih tinggi bila kartu hilang atau dicuri. Anggapan ini menurut pihak Visa adalah hal yang salah.

President Director, PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman menyampaikan jika keamanan menjadi prioritas utama dalam sistem contactless. Terlebih sistem ini semakin digemari dan diperlukan semenjak masa pandemi.

"Sistem contactless ini sudah menjadi tren di seluruh dunia, apalagi sejak pandemi. Transaksi contactless Visa secara global sudah tumbuh 30%. Negara-negara seperti Singapura, Australia, hingga Selandia Baru juga sudah menerapkan sistem contactless hingga 90%. Dengan pertumbuhan seperti ini, tentunya karena masyarakat global melihat sistem keamanannya dapat diandalkan dan selalu menjadi prioritas utama Visa agar tidak disalahgunakan," tutur Riko. Dari segi keamanan, teknologi contactless ini sudah diluncurkan sejak 10 tahun lalu. Teknologi contactless juga dilengkapi oleh teknologi chip yang tertanam dalam kartu sehingga aman dari skimming dan sudah terbukti safe selama ini.

Berdasarkan studi Visa Consumer Payment Attitudes[1] terbaru di Indonesia, minat pemegang kartu terhadap fitur contactless untuk penggunaan transaksi sehari-hari semakin meningkat sejak pandemi, termasuk untuk belanja di supermarket (52%), makanan & dining (51%), hiburan (43%), dan toko serba ada (42%).

Kartu Preferred Infinite Syariah Penting dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Credit: Visa
Credit: Visa

Sebagaimana teknologi diciptakan untuk memudahkan aktivitas manusia, hadirnya Kartu Preferred Infinite Syariah ini juga menjadi terobosan baru menumbuhkan segmen Syariah dan perekonomian pada umumnya.

Noviady Wahyudi, Head of Consumer Product, Preferred and Personalization, PT Bank CIMB Niaga Tbk mengatakan kalau segmen syariah dan metode pembayaran contactless ini penting untuk pertumbuhan perbankan secara umum.

"Segmen syariah ini penting bagi perekonomian. Selain banyak diterapkan masyarakat, syariah juga menjamin nilai-nilai kebaikan. Kemudian kita ambil momentum dengan menjadi pioneer sebagai bank pertama yang menerapkan pembayaran contactless dengan bekerja sama dengan Visa," tutur Noviady. Dirinya menambahkan jika hadirnya Kartu Preferred Infinite Syariah ini semakin memudahkan pengguna dalam bertransaksi sehari-hari. Nasabah pun akan mendapatkan banyak keuntungan saat menggunakan Kartu Preferred Infinite Syariah ini.

"Banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan nasabah. Seperti nasabah gratis iuran tahunan sampai 4 orang dan bisa untuk anak, pasangan sekaligus free premium card. Kemudian bisa mendapatkan cashback 1% untuk setiap transaksi internasional, hingga cashback 1% untuk transaksi di e-Commerce. Tak ketinggalan ada juga cashback Rp 11 ribu hingga 6x dalam satu bulan untuk transaksi contactless," tambah Noviady.

[1]Studi Visa Consumer Payment Attitudes dilakukan oleh CLEAR M&C Saatchi pada bulan Agustus-September 2020 dan dibiayai oleh Visa dengan tujuan memahami perilaku pembayaran konsumen terkait pembayaran digital, perbankan digital, dan masa depan perdagangan. Seiring pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, studi ini menggali lebih dalam bagaimana pandemi telah mengubah perilaku pembayaran dan seperti apa dunia perdagangan pasca pandemi. Survei dilaksanakan melibatkan 1.000 konsumen di Indonesia, dengan demografi responden adalah pria dan wanita umur 18-65 tahun dengan pendapatan bulanan minimal Rp 3 juta.

Sistem Syariah Jadi Gaya Hidup Masa Kini

Credit: Visa
Credit: Visa

Dalam kesempatan tersebut, Prita Ghozie mengatakan bahwa jika dirinya senang ketika masyarakat mulai beralih ke sistem syariah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, lantaran hal ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi sesama.

"Senang sekali ketika banyak orang mulai beralih ke syariah. Kebutuhan yang dipenuhi secara syariah akan membawa keberkahan sekaligus kebaikan yang bertumbuh. Kita semua jadi semakin sadar adanya rambu-rambu sekaligus reminder dalam menjalankan kehidupan sehari-hari agar semakin mudah bersyukur," ujar Prita.

Menurut Prita, dalam menjalani gaya hidup syariah, setidaknya terdapat enam prioritas yang menjadi fokus tujuan keuangan syariah yakni alokasi dana untuk menjaga dan merawat rumah tinggal, menjalankan ibadah religi, dana pendidikan anak, dana hidup masa depan, dana darurat, serta dana usaha & sosial.

Terkait prakteknya dalam pengaturan keuangan sehari-sehari dalam mencapai tujuan tersebut, Prita menyampaikan tips membagi pos pengeluaran, yakni 60% untuk biaya hidup bulanan & cicilan, 5% untuk nabung pembelian besar, 10% investasi masa depan, 10% gaya hidup & hiburan, 5% zakat, sedekah, & sosial, 5% dana darurat, dan 5% untuk premi asuransi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Prita adalah para milenial yang kini sudah mulai melangkah menuju masa depan yang baik. Dirinya mengingatkan untuk menjaga kestabilan ekonomi melalui alokasi keuangan yang tepat.

"Ketika memiliki pemasukan, seluruh finansial ini harus dikelola dengan baik. Seperti gunakan untuk memenuhi kebutuhan yang rutin alias cost living sekitar 50%. Gunakan 20% untuk memenuhi keinginan alias cost playing atau rewarding. Kemudian sempatkan untuk berinvestasi atau menabung atau cost saving kurang lebih 30%," tambah penikmat K-Pop ini.

Prita juga memaparkan beberapa tips bijak penggunaan kartu syariah. Pertama, selalu mengupayakan untuk membayar lunas tagihan kartu syariah setiap bulannya. Kedua, gunakan kartu syariah sebagai alat pembayaran bukan sumber tambahan dana. Ketiga, patuh terhadap batas maksimal limit penggunaan. Keempat, gunakan kartu Syariah untuk mengkonsolidasikan tagihan. Terakhir, selalu ingat untuk simpan dan jaga kerahasiaan PIN dengan baik.

Sudah tahu keunggulan sistem keuangan syariah dan tentunya Kartu Preferred Infinite Syariah, maka dari itu sekarang saat yang tepat untuk ikut ambil bagian sebagai pelopor transaksi syariah contactless di Indonesia.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel