Vladimir Putin Berbelasungkawa Atas Insiden Ledakan di Tambang Rusia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kemerovo - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan "belasungkawa terdalam" kepada keluarga korban yang tewas di lokasi tambang Kemerovo, Rusia pada Kamis (26/11).

Sebanyak 52 orang, termasuk enam anggota penyelamat, tewas di sebuah tambang batubara tersebut.

Hal ini dilaporkan sebagai kecelakaan tambang paling mematikan dalam lima tahun di Rusia, demikian dikutip dari laman Xinhua, Jumat (26/11/2021).

Menurut data awal, tidak ada yang selamat di tambang Listvyazhnaya.

Media Rusia TASS melaporkan, menambahkan bahwa sebagian besar jenazah tetap berada di bawah tanah dan akan diangkat ke permukaan ketika suhu dan konsentrasi metana memungkinkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

3 Hari Berkabung

ilustrasi abu batu bara. (dok. Andraberila/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
ilustrasi abu batu bara. (dok. Andraberila/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Dilaporkan sebelumnya bahwa 11 penambang tewas karena penyalaan debu batubara di ventilasi pada kedalaman 250 meter.

Menurut otoritas daerah, 38 orang yang ada di sekitar lokasi tambang telah dirawat di rumah sakit dengan empat di antaranya dalam kondisi serius, dan 13 lainnya menjalani perawatan rawat jalan.

Wilayah Kemerovo telah mengumumkan tiga hari berkabung dari Jumat hingga Minggu.

Infografis Propaganda Ala Rusia Jelang Pilpres 2019

Infografis Propaganda Ala Rusia Jelang Pilpres 2019 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Propaganda Ala Rusia Jelang Pilpres 2019 (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel