Vladimir Putin dan Joe Biden Akan Bicara Via Telepon Bahas Ketegangan di Ukraina

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk kedua kalinya bulan ini, dalam upaya untuk mengurangi ketegangan di Ukraina.

Kedua pemimpin akan berbicara melalui telepon pada Kamis (30/12).

Mereka akan membahas pembicaraan keamanan yang akan datang antara kedua negara dan situasi di Eropa, kata seorang pejabat Gedung Putih, demikian dikutip dari BBC, Kamis (30/12/2021).

Rusia yang telah menempatkan pasukan di perbatasan dengan Ukraina, membantah berencana untuk menyerang negara itu.

Dikatakan pasukannya ada di sana untuk latihan, dan bahwa Rusia berhak untuk memindahkan pasukannya secara bebas di tanahnya sendiri.

Amerika Serikat berkonsultasi dengan para pemimpin Eropa menjelang seruan untuk mengoordinasikan tanggapan bersama terhadap masalah tersebut, kata pernyataan Gedung Putih.

Pejabat keamanan Ukraina mengatakan, lebih dari 100.000 tentara Rusia telah dikirim ke dekat perbatasan dan AS telah mengancam Putin dengan sanksi.

Mengatakan bahwa Rusia akan menerima sanksi yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya, apabila nekat menyerang Ukraina.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Upaya NATO untuk Ukraina

Pasukan Rusia mengikuti latihan di lapangan tembak Kadamovskiy, Rostov, Rusia,  14 Desember 2021. Rusia dilaporkan menumpuk pasukannya dekat perbatasan dengan Ukraina yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan invasi. (AP Photo)
Pasukan Rusia mengikuti latihan di lapangan tembak Kadamovskiy, Rostov, Rusia, 14 Desember 2021. Rusia dilaporkan menumpuk pasukannya dekat perbatasan dengan Ukraina yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan invasi. (AP Photo)

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rab u (29/12).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan Blinken "menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan Amerika Serikat untuk kemerdekaan Ukraina, kedaulatan, dan integritas teritorial dalam menghadapi penempatan militer Rusia di perbatasan Ukraina".

Awal bulan ini, kedua presiden mengadakan pertemuan puncak virtual di mana Biden menegaskan kembali dukungannya untuk kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.

Meskipun Ukraina bukan anggota NATO, ia memiliki hubungan dekat dengan blok tersebut.

Rusia mengatakan, ingin jaminan yang mengikat secara hukum bahwa NATO tidak akan bergerak ke timur dan bahwa senjata tidak akan dikirim ke Ukraina atau negara tetangga mana pun.

Infografis Tim Tango Terancam Tidak ke Rusia

Timnas Argentina. (Liputan6.com/Abdillah)
Timnas Argentina. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel