Vladimir Putin Minta Negara Barat Setop Kirim Senjata ke Ukraina

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin meminta Barat berhenti memasok senjata ke Ukraina. Hal ini disampaikan Putin kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, seperti disampaikan Kremlin.

Putin juga menuding Kiev tidak serius melakukan perundingan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung dua bulan lebih ini.

Dalam kesempatan itu, Putin juga menuding pasukan Ukraina melakukan kejahatan perang.

"Barat bisa membantu menghentikan kekejaman ini dengan menekan pemerintah Kiev, juga menghentikan pasokan senjata ke Ukraina," kata Putin, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (4/5).

Kiev, lanjut Putin, tidak siap untuk "upaya serius" mengakhiri konflik.

Pekan lalu, Rusia menghancurkan infrastruktur rel kereta di seluruh Ukraina. Tujuannya untuk mencegah pengiriman senjata asing ke negara itu. Serangan ini terjadi ketika Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengirim lebih banyak senjata untuk Ukraina.

Pada akhir April, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin dan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken berkunjung ke Kiev, bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dalam kunjungannya, Austin mengatakan AS akan mengalokasikan tambahan dana bantuan militer sebesar USD 713 juta atau sekitar Rp 10,2 triliun untuk Ukraina dan negara Eropa lainnya.

Dari USD 713 juta bantuan baru yang digelontorkan, sekitar USD 332 juta dialokasikan untuk Ukraina atau sekitar Rp 4,7 triliun. Sampai saat ini, total bantuan keamanan yang digelontorkan AS untuk Ukraina sejak invasi Rusia lebih dari USD 3,7 miliar atau sekitar Rp 53 triliun. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel