Vokalis Black Eyed Peas Merasa Terdiskriminasi oleh Seorang Pramugari

Fimela.com, Jakarta Seorang vokalis dari sebuah grup musik “Black Eyed Peas”, will.i.am baru saja menyatakan bahwa dirinya dan orang lain yang berkulit gelap diintimidasi oleh seorang pramugari yang rasis. Rasisme tersebut terjadi ketika dirinya hendak pergi ke Sydney dari Brisbane untuk melakukan sebuah tur.

Melansir laman Daily Dot (17/11/19), William Adam atau biasa dikenal dengan nama panggungnya sebagai will.i.am itu menuliskan kekecewaannya terhadap seorang pramugari sebuah maskapai melalui Twitter pribadinya. Kejadian tersebut terjadi ketika will.i.am tidak mendengarkan sebuah pengumuman publik untuk mematikan alat elektronik.

Seorang music producer yang pada saat itu sedang menggunakan laptopnya, akhirnnya menyingkirkan laptopnya setelah dirinya merasa dihina secara agresif oleh seorang pramugari yang sangat kasar. Seorang pramugari itu juga kemudian memanggil polisi yang menunggu penyanyi tersebut saat mendarat di tempat tujuan.

will.i.am merasa didiskriminasi oleh seorang pramugari (FOTO: Splashnews)

“Aku tidak ingin mempercayai bahwa pramugari itu rasis,” tulisnya di Twitter. “Namun, ia terlihat jelas menargetkan orang-orang yang memiliki kulit gelap.” Will.i.am mendarat di sebuah bandara di Sydney dengan dikawal oleh 5 orang polisi.

“Ini bagaimana kamu akan disambut dari sebuah penerbangan dari Brisbane ke Sydney dengan maskapai @qantas dengan seorang #PramugariRasis yang bernama Lorraine Marshall..,” tulis William dengan kecewa. “Ia mengirimkan polisi setelah aku tidak mendengarkan pengumuman publik ketika aku sedang membuat beats dengan mengenakan headphones..” pungkas Will.i.am.

Penolakan Atas Tuduhan Will.i.am dari Pihak Maskapai

will.i.am merasa didiskriminasi oleh seorang pramugari (FOTO: Splashnews)

Meskipun adanya pengakuan dari will.i.am mengenai rasisme yang dialaminya, pihak dari maskapai penerbangan itu menolak penuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman di atas pesawat.

“Kami sangat menolak mengenai hal yang berkaitan dengan ras,” ungkap perusahaan seperti yang dilansir dari laman Daily Mirror (16/11/19). “Kami akan meneliti lebih dalam bersama dengan will.i.am dan kami berharap dirinya  baik-baik saja selama tur.”

Penulis: Anindyta Aprilia

Saksikan Video Pilihan Berikut